Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono mendorong negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) untuk memperkuat koordinasi dan ketahanan kawasan dalam menghadapi dampak konflik internasional, khususnya ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Hal tersebut disampaikan Sugiono dalam pertemuan ASEAN Foreign Ministers’ Meeting. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Filipina.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang menjelaskan bahwa pertemuan tersebut secara khusus membahas perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah dan dampaknya terhadap negara-negara di Asia Tenggara.
Menurut Yvonne, konflik yang meningkat di kawasan tersebut tidak hanya berpotensi memengaruhi stabilitas geopolitik global, tetapi juga berdampak langsung terhadap negara-negara ASEAN, termasuk keselamatan warga negara di wilayah terdampak serta potensi gangguan pada sektor ekonomi.
Salah satu isu yang menjadi perhatian utama adalah kemungkinan terganggunya pasokan energi global, yang dapat berdampak pada stabilitas ekonomi kawasan ASEAN.
Dalam forum tersebut, Menlu RI menegaskan pentingnya upaya de-eskalasi konflik guna mencegah ketegangan semakin meluas. Ia juga menekankan bahwa ASEAN perlu meningkatkan kerja sama regional agar mampu menghadapi potensi krisis yang muncul akibat konflik tersebut.
Baca Juga: KTT D-8 di Indonesia Ditunda Akibat Konflik Timur Tengah, Ini Penjelasan Kemenlu
Yvonne Mewengkang (NTVNews.id/Adiansyah)
"Dapat disampaikan Menlu RI menyampaikan sejumlah hal pada umumnya mendorong de-eskalasi dan pentingnya menegaskan kembali pentingnya ASEAN untuk terus memperkuat koordinasi dan juga regional resilience dalam menghadapi konflik yang terjadi," ucapnya dalam jumpa pers di Kemenlu RI, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
Dalam forum itu, Sugiono juga menyampaikan berbagai komunikasi diplomatik yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan sejumlah negara terkait konflik tersebut. Upaya diplomasi itu, menurutnya, bertujuan untuk mendorong dialog serta menciptakan situasi yang lebih kondusif guna menurunkan ketegangan di kawasan.
Komunikasi tersebut dilakukan atas arahan Prabowo Subianto yang terus mendorong Indonesia berperan aktif dalam mendukung upaya perdamaian global. Yvonne menambahkan bahwa secara umum seluruh negara anggota ASEAN memiliki pandangan serupa terkait pentingnya menekan eskalasi konflik.
"Berbagai komunikasi yang telah dilakukan oleh Presiden RI termasuk Menlu RI dengan berbagai negara-negara terkait untuk membahas mengenai pentingnya deeskalasi ini dan bagaimana Indonesia dapat berkontribusi dalam memajukan dialog dan deeskalasi di kawasan," ucap Yvonne.
Negara-negara ASEAN juga membahas berbagai langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak konflik terhadap kawasan, termasuk pada sektor ekonomi, keamanan, serta stabilitas energi.
"Tapi intinya secara umum semua negara ASEAN juga mendorong deeskalasi dan membahas mengenai upaya-upaya yang dapat dilakukan terkait dampaknya bagi kawasan ASEAN jika eskalasi ini terus meningkat," tutupnya.
Yvonne Mewengkang (NTVNews.id/Adiansyah)