Media Israel Bantah Isu Netanyahu Tewas Akibat Rudal Iran, Beberkan Bukti-bukti

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mar 2026, 09:23
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Arsip foto - PM Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu Arsip foto - PM Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Media Israel menepis spekulasi yang beredar di sejumlah media Iran mengenai kabar tewasnya Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Klaim tersebut muncul setelah beredar rumor yang menyebut Netanyahu menjadi korban serangan rudal Iran.

Spekulasi itu sebelumnya dilaporkan muncul pada Rabu (11/3), ketika media Iran menduga Netanyahu kemungkinan tewas dalam serangan yang dilancarkan Teheran. Dugaan tersebut dipicu oleh absennya Netanyahu dari sorotan publik selama beberapa hari.

Namun berbagai media dan pejabat Israel dengan tegas membantah kabar tersebut dan menyebutnya sebagai informasi palsu.

Kantor berita The Times of Israel melaporkan bahwa kantor Perdana Menteri Israel langsung membantah klaim yang disebarkan oleh media Iran. Pihak kantor Netanyahu menegaskan bahwa kabar mengenai kematian pemimpin Israel itu tidak benar dan merupakan hoaks.

Baca Juga: IRGC Rilis Video Detik-detik Rudal Bawah Laut Hantam Kapal Tanker Amerika

Sebagai bukti bahwa Netanyahu dalam kondisi baik, ia dilaporkan melakukan kunjungan ke lokasi serangan rudal yang mematikan di Beit Shemesh. Dalam kunjungan tersebut, Netanyahu juga diketahui berbicara di hadapan publik saat meninjau lokasi kejadian.

Kehadiran Netanyahu di lokasi itu sekaligus menjadi bantahan terhadap rumor yang menyebut dirinya tewas akibat serangan Iran.

The Times of Israel juga menyoroti klaim media Iran yang menyatakan bahwa serangan rudal berhasil menghantam kantor Netanyahu. Menurut laporan media tersebut, tidak ada laporan mengenai serangan yang dimaksud, dan kantor Netanyahu dilaporkan tetap utuh.

Di sisi lain, Israel menilai Iran memiliki rekam jejak melebih-lebihkan kemampuan militernya untuk kepentingan propaganda.

Sementara itu, The Jerusalem Post juga menolak laporan yang disebarkan oleh kantor berita Iran, Tasnim. Media tersebut menyebut kabar mengenai kematian Netanyahu hanya spekulasi yang tidak disertai bukti.

"Berita tersebut tidak menghadirkan bukti adanya serangan terhadap Netanyahu maupun konfirmasi resmi terkait kondisi yang dialaminya," tulis The Jerusalem Post, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga: Intelijen AS Nilai Pemerintahan Iran Masih Kuat Meski Dibombardir AS-Israel

Untuk memperkuat bantahan tersebut, pihak Israel memaparkan sejumlah aktivitas publik Netanyahu dalam beberapa hari terakhir yang dinilai menjadi bukti bahwa ia masih menjalankan tugasnya.

Pada 7 Maret 2026, Kantor Perdana Menteri Israel mengeluarkan pernyataan resmi. Kemudian, 6 Maret 2026 portal resmi pemerintah mencatat kehadiran Netanyahu di lokasi terdampak serangan di Beersheba. Lalu, pada 5 Maret 2026, adanya laporan kredibel mengenai panggilan telepon antara Netanyahu dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Para analis menilai rumor seperti ini kerap muncul di tengah situasi konflik yang berlangsung cepat. Ketiadaan video terbaru atau perubahan jadwal pejabat tinggi sering kali menjadi pemicu berkembangnya teori konspirasi.

Selain itu, The Jerusalem Post menegaskan bahwa perubahan tingkat keamanan di sekitar pejabat senior merupakan hal yang lazim terjadi selama masa perang. Situasi tersebut tidak dapat dijadikan indikasi bahwa seorang pejabat mengalami kematian atau cedera serius.

Hingga saat ini, belum ada sumber publik yang kredibel maupun otoritas internasional yang dapat mengonfirmasi klaim yang disebarkan oleh media Iran mengenai kematian Netanyahu.

x|close