Netanyahu Tiba-Tiba Muncul Usai Iran Bombardir Tel Aviv, Ancam Bunuh Mojtaba Khamenei

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mar 2026, 10:41
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Arsip foto - PM Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu Arsip foto - PM Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, akhirnya tampil di hadapan publik setelah hampir dua pekan konflik dengan Iran berlangsung. Kemunculannya menjadi yang pertama sejak serangan Iran menghantam sejumlah wilayah di Tel Aviv. Dalam kesempatan itu, Netanyahu melontarkan ancaman keras terhadap pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei.

Dilaporkan oleh Reuters pada Jumat (13/3/2026), Netanyahu tampil melalui konferensi pers yang dilakukan lewat sambungan video. Ia berdiri di antara dua bendera Israel sambil menjawab berbagai pertanyaan dari wartawan terkait perkembangan konflik yang terus memanas.

Dalam pernyataannya, Netanyahu menyebut Iran kini berada dalam kondisi yang berbeda setelah hampir dua minggu dibombardir. Menurutnya, operasi militer Israel telah memberi dampak signifikan terhadap struktur militer Iran.

Baca Juga: Maissy Buka Suara Soal Dugaan Perselingkuhan Suaminya dengan Cindy Rizap

Ia menyebut pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps serta kelompok paramiliter Basij mengalami kerugian akibat serangan tersebut.

Selain Iran, Netanyahu juga menegaskan bahwa Israel akan terus menggempur kelompok bersenjata Lebanon, Hezbollah, menyusul serangan yang dilakukan kelompok itu pada 2 Maret lalu. Namun ketika ditanya langkah spesifik apa yang akan diambil Israel terhadap Iran maupun Hezbollah, Netanyahu menolak memberikan rincian.

"Saya tidak akan mengeluarkan polis asuransi jiwa untuk pemimpin organisasi teroris mana pun... Saya tidak bermaksud memberikan laporan pasti di sini tentang apa yang kami rencanakan atau apa yang akan kami lakukan," katanya.

Netanyahu juga menyinggung situasi di dalam negeri Israel ketika sirene peringatan serangan rudal dari Iran berbunyi di sebagian besar wilayah tengah negara itu. Ia menegaskan bahwa operasi militer Israel bertujuan menghapus ancaman yang menurutnya berasal dari program nuklir dan rudal balistik Teheran.

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp16.923 per Dolar AS Seiring Ketidakpastian Perang di Timur Tengah

Di sisi lain, Israel juga disebut berupaya melemahkan pemerintahan Iran dengan mendorong masyarakat Iran untuk melawan penguasa mereka sendiri.

Ketika ditanya apakah Israel mempersenjatai kelompok-kelompok yang menentang pemerintahan Iran dan apakah strategi tersebut bisa gagal menjatuhkan rezim, Netanyahu kembali menolak memberikan detail. Ia hanya menyebut bahwa bahkan jika pemerintahan Iran tidak tumbang, kondisinya akan tetap melemah.

"Saya tidak akan merinci tindakan yang sedang kami ambil. Kami sedang menciptakan kondisi optimal untuk menggulingkan rezim, tetapi saya tidak akan menyangkal bahwa saya tidak dapat mengatakan dengan pasti bahwa rakyat Iran akan menggulingkan rezim tersebut sebuah rezim digulingkan dari dalam," kata Netanyahu.

x|close