Ntvnews.id, Jakarta - Ledakan kembali mengguncang sejumlah gedung di Dubai, Uni Emirat Arab, pada Jumat (13/3). Getaran terasa di berbagai bangunan di kawasan pusat kota, disertai kepulan asap yang terlihat dari area tersebut.
Peristiwa ini dilaporkan langsung oleh koresponden kantor berita AFP yang berada di lokasi. Ia menyebutkan bahwa getaran akibat ledakan terasa cukup kuat di beberapa gedung, sementara suara dentuman besar terdengar di sekitar pusat kota.
Selain itu, sirene terdengar dari arah Sheikh Zayed Road, jalur arteri utama di Uni Emirat Arab yang melintasi kawasan bisnis utama Dubai. Dubai sendiri dikenal sebagai pusat keuangan utama di kawasan Timur Tengah, sehingga setiap gangguan keamanan di wilayah ini langsung memicu perhatian luas.
Baca Juga: Cek Fakta: Hoaks! Kemenag Tidak Larang Takbiran Keliling dan Sound System Secara Nasional
Menanggapi insiden tersebut, Kantor Media Pemerintah Dubai menjelaskan bahwa suara ledakan berasal dari proses pencegatan di udara oleh sistem pertahanan udara.
“Otoritas terkait mengkonfirmasi bahwa sebuah insiden kecil akibat jatuhnya serpihan (shrapnel) dari proses pencegatan di udara sedang ditangani pada fasad salah satu gedung di pusat Dubai, dan tidak ada korban luka yang dilaporkan," ujar mereka di akun X.
Sehari sebelum ledakan itu, sebuah drone dilaporkan jatuh di sekitar distrik keuangan Dubai pada Kamis (12/3). Perangkat tanpa awak tersebut jatuh di kawasan Dubai Creek Harbour, wilayah yang dipenuhi gedung-gedung pencakar langit.
Baca Juga: Cek Fakta: Dubes Iran Tolak RI Jadi Mediator, Bilang Lebih Baik Urus Rakyat Miskin
Insiden itu terjadi tidak lama setelah Iran melontarkan ancaman terhadap sejumlah institusi ekonomi di Dubai. Situasi tersebut sempat memicu langkah antisipasi dari sejumlah perusahaan di kota itu, termasuk mengevakuasi sebagian staf mereka.
Uni Emirat Arab sendiri menjadi salah satu sasaran serangan Iran di kawasan Timur Tengah. Dampaknya, sejumlah fasilitas penting seperti bandara di Dubai, beberapa pelabuhan, hingga properti mewah sempat ditutup sebagai langkah pengamanan.
Namun demikian, Iran membantah menargetkan negara-negara tetangganya di kawasan Teluk. Teheran menegaskan bahwa sasaran operasi mereka adalah pangkalan militer Amerika Serikat serta aset-aset milik Washington di wilayah Teluk.
Marina Dubai (Betterhomes)