Ntvnews.id
Unggahan tersebut juga menyebut bahwa Iran meminta Indonesia untuk lebih baik mengurus rakyatnya sendiri karena masih banyak masyarakat Indonesia yang miskin.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“IRAN Tolak Ajakan Mediasi Indonesia dengan AS: Lebih baik yang M1SK1N! Kami Tidak membuka Ruang Mediasi dengan AS!”
“Lalu berkaitan dengan Mediasi Indonnesia lebih baik simpan tenaga dan waktu anda sepenuhnya untuk kepentingan Rakyat anda yang masih banyak serba kekurangan, Karna kami tahu disana Rakyat anda lebih membutuhkan uluran dan bantuan tangan anda, lebih baik anda Urus rakyat anda saja , Tolong sekali lagi saya sangat mengapresiasi niat baik anda. Tapi kami tidak menerima bentuk mediasi apapun dengan AS.”
Baca Juga: Rekam Rudal Iran di Langit Dubai, Turis Terancam Hukuman Penjara
Unggahan yang menarasikan Dubes Iran minta Prabowo urus rakyat miskin Indonesia. Faktanya, pernyataan tersebut tidak berdasar. (Instagram) (Antara)
Berdasarkan penelusuran, Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi memang menyampaikan apresiasi atas niat baik Pemerintah Indonesia yang menawarkan diri untuk memediasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
Pada Kamis 5 Maret 2026, Boroujerdi menegaskan bahwa Iran menolak tawaran mediasi dari sejumlah negara untuk meredakan eskalasi konflik di Timur Tengah. Ia juga menyatakan bahwa Iran tidak akan melakukan perundingan dengan Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat ia ditemui di kediamannya di Jakarta, merujuk pada pernyataan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang menyebut Indonesia siap memfasilitasi dialog guna menciptakan kondisi keamanan yang lebih kondusif, serta kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi mediator.
Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah ke 7.338, Konflik AS–Iran Picu Kekhawatiran Pasar
Boroujerdi juga menjelaskan bahwa Iran sebelumnya telah melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat sebanyak tiga kali.
Namun menurutnya, setiap negosiasi tersebut berakhir dengan pelanggaran perjanjian atau tindakan militer dari pihak Amerika Serikat.
Meski demikian, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Dubes Iran yang menyebut bahwa Indonesia harus mengurus rakyat miskin atau merendahkan kondisi masyarakat Indonesia seperti yang dinarasikan dalam unggahan media sosial tersebut.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Iran menolak mediasi Indonesia sambil meminta Indonesia mengurus rakyat miskin merupakan informasi yang keliru atau tidak benar.
(Sumber: Antara)
Arsip - Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi saat menyampaikan pernyataan pers di kediamaannya di Jakarta, Kamis (5/4/2026). ANTARA/Kuntum Khaira Riswan/pri. (ANTARA/Kuntum Khaira Riswan.) (Antara)