Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menduga Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan dukungan kepada Iran dalam konflik yang melibatkan AS dan Israel. Dugaan tersebut disampaikan Trump dalam sebuah wawancara radio.
"Saya pikir dia mungkin sedikit membantunya, ya, saya kira. Dan dia mungkin berpikir kita membantu Ukraina, kan?" kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News Radio, seperti dilansir dari AFP, Sabtu, 14 Maret 2926.
Sejumlah media di AS sebelumnya melaporkan bahwa Rusia diduga memberikan informasi mengenai target kepada Iran untuk menyerang pasukan AS selama konflik yang sedang berlangsung.
Konflik antara AS-Israel dan Iran diketahui telah berlangsung sejak Sabtu, 28 Februari 2026. Pertikaian itu bermula setelah AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran.
Baca Juga: Trump Klaim AS Sepenuhnya Menghancurkan Iran
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Setelah kejadian itu, Iran melakukan serangan balasan ke wilayah Israel serta menargetkan fasilitas militer AS di sejumlah negara kawasan Teluk.
Hingga kini pertempuran masih berlangsung. Dalam perkembangan terbaru, Iran dilaporkan menembakkan rudal ke Tel Aviv. Sirene peringatan terdengar di kota tersebut dan disusul beberapa ledakan.
Militer Israel menyatakan pihaknya mendeteksi peluncuran rudal dari Iran menuju wilayah negaranya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Anadolu/as/am. (Antara)
"IDF (militer) mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel. Sistem pertahanan beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut," kata militer Israel.
Media Al Jazeera juga melaporkan bahwa militer Israel berupaya mencegat rudal yang ditembakkan Iran. Pihak otoritas Israel pun mengimbau warga untuk segera mencari tempat perlindungan.
"Anda harus memasuki area yang dilindungi setelah menerima peringatan, dan tetap di sana sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata militer Israel.
Donald Trump (Instagram @realdonaldtrump)