Nicolas Maduro Ditahan di Sel Isolasi Penjara AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mar 2026, 10:27
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Unjuk rasa guna memprotes operasi militer AS di Venezuela yang bermuara pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istri, Cilia Flores. (ANTARA/Anadolu/py.) Ilustrasi - Unjuk rasa guna memprotes operasi militer AS di Venezuela yang bermuara pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istri, Cilia Flores. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Mantan presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap militer Amerika Serikat pada Januari lalu dilaporkan ditempatkan di unit isolasi sebuah penjara di Amerika Serikat. Informasi tersebut disampaikan surat kabar Spanyol ABC pada Kamis dengan mengutip sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Menurut laporan itu, para narapidana di fasilitas penahanan tersebut hanya diizinkan keluar dari sel selama satu jam sebanyak tiga kali dalam sepekan. Saat keluar, para tahanan harus menggunakan borgol dan berada di bawah pengawalan dua penjaga.

ABC juga melaporkan bahwa pada malam hari Maduro kerap terdengar berteriak dari dalam selnya menggunakan bahasa Spanyol. Dalam teriakannya, ia mengatakan bahwa dirinya diculik dan diperlakukan dengan buruk.

Baca Juga: Ribuan Warga Venezuela Desak Pembebasan Nicolas Maduro

Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, diketahui telah meminta agar perwakilan Venezuela melakukan kunjungan konsuler. Permintaan tersebut disetujui oleh pengadilan, dan kunjungan akhirnya dilakukan pada 30 Januari lalu.

Sebelumnya, pada 3 Januari 2026, Amerika Serikat melancarkan operasi militer besar-besaran di Venezuela yang berujung pada penangkapan Maduro dan Flores. Keduanya kemudian dibawa ke New York untuk menjalani proses hukum. 

Baca Juga: Trump Izinkan Penjualan Kembali Minyak Venezuela ke Kuba

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam “narkoterorisme” yang dinilai menimbulkan ancaman, termasuk terhadap Amerika Serikat.

(Sumber: Antara)

x|close