Ntvnews.id, Washington D.C - Antrean panjang terjadi di sejumlah bandara di Amerika Serikat sepanjang pekan ini. Para penumpang dilaporkan harus menunggu hingga lebih dari tiga jam untuk melewati pemeriksaan keamanan sebelum keberangkatan.
Dilansir dari NDTV, Jumat, 13 Maret 2026, situasi tersebut dipicu oleh terbatasnya jumlah petugas di Transportation Security Administration (TSA). Kondisi ini juga diperburuk oleh minimnya pendanaan dari United States Department of Homeland Security.
Dalam pembaruan informasi yang disampaikan oleh sejumlah pengelola bandara dan beredar luas di media sosial, para pelancong yang hendak bepergian selama masa liburan musim semi diminta datang lebih awal dari biasanya agar tidak tertinggal penerbangan.
Salah satu bandara yang terdampak paling parah adalah William P. Hobby Airport. Di lokasi tersebut, antrean pemeriksaan keamanan dilaporkan memanjang hingga keluar area pos pemeriksaan terminal bahkan mencapai kawasan pengambilan bagasi.
Petugas bandara pun mengimbau penumpang untuk tiba sekitar empat hingga lima jam sebelum jadwal keberangkatan karena waktu tunggu dapat melampaui tiga jam.
Baca Juga: Bus Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Dilengkapi Tempat Koper
Imbauan serupa juga dikeluarkan oleh pengelola Louis Armstrong New Orleans International Airport. Penumpang diminta datang setidaknya tiga jam sebelum keberangkatan karena jumlah petugas TSA di pos pemeriksaan terbatas.
Sementara itu, Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport yang dikenal sebagai bandara tersibuk di dunia juga memasang pemberitahuan mengenai waktu tunggu yang lebih lama. Penyebabnya serupa, yakni kekurangan petugas pemeriksa keamanan.
Foto dan video yang beredar di internet memperlihatkan antrean panjang di berbagai terminal bandara, ketika para penumpang berupaya mengejar jadwal penerbangan mereka di tengah puncak arus perjalanan liburan musim semi.
Ilustrasi bandara. (One India)
Kondisi kekurangan petugas ini dipicu oleh terhentinya pendanaan federal yang berdampak pada Departemen Keamanan Dalam Negeri. Para petugas TSA yang tergolong sebagai pekerja esensial tetap diwajibkan bekerja meski tidak menerima gaji secara reguler, sehingga memicu peningkatan angka ketidakhadiran di kalangan staf.
Akibatnya, sejumlah bandara harus beroperasi dengan jalur pemeriksaan yang lebih sedikit. Dalam beberapa kasus, layanan seperti TSA PreCheck bahkan sempat ditutup atau dibatasi ketersediaannya. Penangguhan layanan seperti Global Entry juga ikut memperparah kemacetan antrean.
Pejabat bandara dan perwakilan serikat pekerja menyebut banyak petugas di garis depan menghadapi tekanan finansial yang turut memicu meningkatnya ketidakhadiran. Bandara di Houston, New Orleans, Atlanta, Charlotte, serta beberapa pusat penerbangan utama lainnya dilaporkan mengalami penundaan paling lama.
Situasi ini membuat perjalanan udara menjadi lebih menantang, terutama karena maskapai memperkirakan hampir tiga juta penumpang akan terbang setiap hari selama periode perjalanan liburan musim semi.
Ilustrasi bandara. (One India)