Putin Telepon Presiden Iran, Apa yang Dibicarakan?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mar 2026, 06:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Rusia Vladimir Putin (President of Rusia) Presiden Rusia Vladimir Putin (President of Rusia)

Ntvnews.id, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di tengah meningkatnya ketegangan perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Konflik yang sedang berlangsung menjadi topik utama dalam pembicaraan kedua pemimpin tersebut.

Dalam percakapan tersebut, Putin menyerukan agar ketegangan yang terjadi segera diredakan. Ia juga berharap negara-negara yang terlibat dapat memilih jalur diplomasi dan perundingan politik untuk menyelesaikan konflik yang semakin memanas.

"Presiden Rusia menegaskan kembali posisi prinsipnya yang mendukung de-eskalasi konflik yang cepat dan penyelesaiannya melalui cara-cara politik," kata Kremlin dalam pernyataan resminya tentang percakapan telepon tersebut dilansir dari AFP, Rabu, 11 Maret 2026

Pihak Kremlin menyebutkan bahwa percakapan antara kedua pemimpin berlangsung dalam suasana hangat. Rusia juga disebut telah menyalurkan bantuan kepada Iran di tengah situasi perang yang masih berlangsung.

Baca Juga: Boom! Iran Serang Kilang Minyak dan Tangki BBM Israel di Haifa

"Pezeshkian berterima kasih kepada Rusia atas dukungannya, khususnya atas bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada Iran," tambah Kremlin.

Konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel mulai pecah pada Sabtu, 28 Februari 2026. Saat itu, pasukan gabungan Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke ibu kota Iran, Teheran.

Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai negara di kawasan Timur Tengah. Eskalasi konflik tiga negara itu juga menimbulkan korban besar, termasuk tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akibat serangan yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel.

Hingga hampir dua pekan sejak konflik pecah, belum terlihat tanda-tanda bahwa perang akan segera berakhir. Iran, Amerika Serikat, dan Israel terus melancarkan serangan terbaru yang menargetkan berbagai fasilitas serta markas militer masing-masing pihak.

x|close