Infografik: Langkah Hemat Energi ASEAN Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mar 2026, 18:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Negara-negara ASEAN menerapkan langkah penghematan energi dalam mengantisipasi dinamika pasokan bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik di Timur Tengah, seperti berikut. Negara-negara ASEAN menerapkan langkah penghematan energi dalam mengantisipasi dinamika pasokan bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik di Timur Tengah, seperti berikut. (Antara)

Ntvnews.id , Jakarta -Negara-negara ASEAN mulai menerapkan berbagai langkah penghematan energi sebagai respons terhadap dinamika pasokan bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik di Timur Tengah.

Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas energi nasional sekaligus mengantisipasi dampak yang ditimbulkan oleh harga minyak global yang dapat memicu tekanan ekonomi di kawasan.

Thailand menjadi salah satu negara yang mengambil langkah konkret dengan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) bagi pegawai negeri sipil serta membatasi perjalanan dinas.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan listrik, seperti lebih memilih tangga dibandingkan eskalator atau lift.

Negara tersebut juga memastikan ketersediaan cadangan minyak minimal selama 90 hari sebagai langkah antisipasi krisis energi.

Di Filipina, pemerintah memutuskan untuk mengurangi hari kerja di kantor menjadi empat hari dalam sepekan, sekaligus menekan penggunaan listrik dan biaya bahan bakar di lembaga pemerintah hingga 20 persen.

Baca Juga: Bahlil Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tidak Naik hingga Lebaran Meski Harga Minyak Dunia Naik

Sementara itu, Indonesia mempercepat program biodiesel B50 dan penggunaan bensin etanol E20, serta mendorong penggunaan kendaraan listrik.

Pemerintah juga menerapkan skema kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara dan membatasi perjalanan dinas, dengan cadangan energi yang diperkirakan cukup hingga 24 hari.

Malaysia dan Vietnam juga mengambil langkah serupa dengan pendekatan berbeda.

Malaysia meningkatkan anggaran subsidi BBM untuk menahan kenaikan harga sekaligus mengimbau masyarakat lebih bijak dalam penggunaan energi.

Di sisi lain, Vietnam menerapkan penerapan WFH serta penggunaan transportasi umum dan kendaraan listrik, sekaligus mengingatkan untuk menggunakan BBM secara efisien.

Cadangan energi di kedua negara ini masing-masing diperkirakan mampu bertahan hingga 30 hari dan 15 hari.

Singapura dan Laos turut memperkuat kebijakan mitigasi energi.

Baca Juga:  Hadapi Dinamika Global, Pertamina Siapkan Strategi Jaga Pasokan BBM dan LPG

Singapura menyiapkan skema bantuan biaya hidup bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan, serta meningkatkan subsidi untuk kebutuhan listrik, udara, dan gas dengan cadangan energi hingga 90 hari.

Sementara itu, Laos memilih menurunkan harga BBM guna menekan inflasi serta meminta pegawai negeri, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mengurangi perjalanan yang tidak penting.

Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan negara-negara ASEAN dalam menangani kinerja energi global akibat konflik geopolitik.

Berikut infografiknya: 

Negara-negara ASEAN menerapkan langkah penghematan energi dalam mengantisipasi dinamika pasokan bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik di Timur Tengah, seperti berikut. <b>(Amtara)</b> Negara-negara ASEAN menerapkan langkah penghematan energi dalam mengantisipasi dinamika pasokan bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik di Timur Tengah, seperti berikut. (Amtara)

(Sumber: Antara)

x|close