Ntvnews.id, Tokyo – Amerika Serikat dan China memulai perundingan dagang tingkat tinggi selama dua hari di Paris, Minggu 15 Maret 2026, sebagai bagian dari persiapan menjelang pertemuan kedua pemimpin negara tersebut dalam waktu sekitar dua pekan ke depan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan melakukan kunjungan ke Beijing pada 31 Maret hingga 2 April untuk bertemu Presiden China Xi Jinping.
Putaran keenam perundingan yang digelar di ibu kota Prancis itu melibatkan sejumlah pejabat tinggi dari kedua negara, di antaranya Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent, Perwakilan Dagang Amerika Serikat Jamieson Greer, serta Wakil Perdana Menteri China He Lifeng.
Baca Juga: AS Tuduh Rusia dan China Halangi Pengawasan Sanksi PBB terhadap Iran
Pertemuan puncak tersebut akan menjadi kunjungan pertama Trump ke China sejak kembali menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat pada Januari tahun lalu.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin diperkirakan akan membahas sejumlah isu strategis, termasuk perdagangan, situasi Taiwan pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tetapi diklaim oleh China serta perkembangan perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Bessent dan He sebelumnya telah memimpin beberapa putaran perundingan dagang tingkat tinggi sejak tahun lalu di berbagai kota di Eropa dan Asia, termasuk Jenewa, Stockholm, dan Kuala Lumpur.
Pertemuan-pertemuan tersebut juga menjadi langkah awal menuju pertemuan Trump dan Xi pada akhir Oktober di Korea Selatan.
Baca Juga: China Energy Bidik Investasi di Kawasan Transmigrasi, Siap Rekrut 5.000 Tenaga Kerja Lokal
Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin menyepakati gencatan senjata selama satu tahun dalam perang dagang antara dua ekonomi terbesar di dunia.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Perang dagang USA dan China. (ANTARA/Shutterstock/pri) (Antara)