Iran Ancam Akan Terus Buru dan Bunuh Netanyahu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mar 2026, 06:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - PM Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu Arsip foto - PM Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran menyatakan akan menargetkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di tengah konflik yang masih berlangsung antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat.

Ancaman tersebut disampaikan IRGC melalui pernyataan resmi yang dimuat di situs mereka, Sepah News. Dalam pernyataannya, Garda Revolusi menegaskan komitmen untuk terus mengejar Netanyahu.

"Jika penjahat pembunuh anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh," kata Garda Revolusi di situs web mereka, Sepah News.

Dilansir dari NDTV, Senin, 16 Maret 2026, pernyataan itu muncul di tengah berbagai spekulasi di media sosial terkait keberadaan Netanyahu. Perdebatan tersebut dipicu oleh sebuah video yang menampilkan Netanyahu pada 13 Maret.

Sejumlah pengguna media sosial menyoroti tampilan tangan Netanyahu dalam video tersebut yang tampak memiliki enam jari pada salah satu tangannya. Hal itu memunculkan dugaan bahwa video tersebut mungkin telah dimodifikasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Baca Juga: MotoGP Qatar 2026 Ditunda Akibat Konflik Iran vs AS-Israel

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan gabungan tersebut menyebabkan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, tewas.

Sebagai balasan, Iran kemudian meluncurkan serangkaian serangan yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk. Selain itu, Teheran juga menutup jalur pelayaran penting di Selat Hormuz.

Di tengah serangan balasan Iran, Netanyahu sempat tidak terlihat di hadapan publik. Menurut laporan Reuters, ia kembali muncul pada Jumat, 13 Maret 2026 melalui sambungan video.

Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu. <b>(ANTARA)</b> Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu. (ANTARA)

Dalam kemunculan tersebut, Netanyahu terlihat berdiri di antara dua bendera Israel dan menjawab sejumlah pertanyaan dari wartawan. Ia menyatakan bahwa Iran "tidak lagi sama" setelah hampir dua pekan serangan udara yang dilakukan terhadap negara tersebut.

Netanyahu juga mengeklaim bahwa Garda Revolusi Iran serta pasukan paramiliter Basij mengalami kerugian besar akibat operasi militer tersebut.

Selain itu, Netanyahu menegaskan Israel akan terus menargetkan kelompok militan Hezbollah di Lebanon setelah serangan yang dilakukan kelompok tersebut pada 2 Maret lalu. Namun ketika ditanya mengenai langkah lanjutan Israel terhadap Iran maupun Hezbollah, ia memilih tidak mengungkapkan detail rencana militernya.

x|close