Ntvnews.id, Beirut - Sejumlah pesawat militer milik Israel dilaporkan terbang pada ketinggian rendah di atas langit Beirut, Lebanon. Dari udara, tentara Israel menjatuhkan selebaran yang berisi pesan propaganda kepada warga setempat.
Dilansir dari AFP, Sabtu, 14 Maret 2026, peristiwa tersebut juga disertai dengan suara ledakan keras di udara. Koresponden AFP melaporkan mendengar empat ledakan yang terjadi secara berurutan dalam waktu singkat sebelum terlihat selebaran kertas bertebaran di langit.
Media pemerintah Lebanon menyebutkan bahwa suara keras tersebut berasal dari pesawat Israel yang terbang sangat rendah sambil menjatuhkan selebaran di beberapa wilayah Beirut, terutama di kawasan Verdun, Hamra, dan Ain al-Mreisseh di Beirut barat.
Salah satu selebaran yang ditujukan kepada masyarakat Lebanon memuat pesan: "Anda harus melucuti senjata Hizbullah, perisai Iran", dan "Lebanon adalah keputusan Anda, bukan orang lain."
Baca Juga: Israel Klaim Tewaskan Komandan Unit Hizbullah di Lebanon Selatan
Selebaran tersebut juga dilengkapi dengan kode QR disertai kalimat: "Unit 504 bekerja untuk mengamankan masa depan Lebanon dan rakyatnya."
Unit 504 diketahui merupakan unit intelijen militer Israel. Metode penyebaran selebaran semacam ini sebelumnya juga pernah digunakan Israel di wilayah Gaza Strip.
Sementara itu, pemerintah Lebanon melalui militernya telah memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak memindai kode QR yang terdapat pada selebaran tersebut.
Asap membubung pasca-serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Selasa (10/3/2026). (ANTARA FOTO/Xinhua/Bilal Jawich/bar) (Antara)
Menurut pernyataan militer Lebanon, kode QR tersebut mengarah pada tautan menuju grup WhatsApp dan Facebook yang diduga terhubung dengan unit intelijen militer Israel yang bertugas merekrut agen.
Militer Lebanon juga memperingatkan bahwa memindai kode tersebut dan membuka tautannya dapat menimbulkan risiko hukum dan keamanan, serta berpotensi membuat perangkat pengguna diretas.
Foto kondisi bangunan yang rusak akibat serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Senin (9/3/2026). ANTARA FOTO/ Xinhua/Bilal Jawich/tom. (Antara)