Ntvnews.id, Beirut - Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 687 orang meninggal dunia akibat serangan Israel di Lebanon sejak 2 Maret 2026. Di antara korban tewas tersebut terdapat puluhan anak-anak dan tenaga medis.
Dalam pernyataannya pada Kamis, 12 Maret 2026, kementerian tersebut menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal termasuk 98 anak-anak, 62 perempuan, serta 18 paramedis.
"687 orang telah tewas, termasuk 98 anak-anak, dalam serangan Israel di negara itu sejak 2 Maret."
Kementerian juga mengungkapkan bahwa jumlah korban luka mencapai 1.774 orang.
"korban juga termasuk 62 perempuan dan 18 paramedis, menambahkan bahwa jumlah total korban luka telah mencapai 1.774."
Data tersebut menunjukkan bahwa korban luka terdiri dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk anak-anak dan tenaga medis yang terdampak konflik.
Baca Juga: Israel Gempur Lebanon, Hizbullah Jadi Sasaran di Pinggiran Beirut
"Di antara yang terluka terdapat 304 anak-anak, 328 perempuan, dan 45 paramedis."
Ketegangan antara Lebanon dan Israel meningkat sejak awal Maret. Pada 2 Maret 2026, kelompok bersenjata Lebanon Hezbollah mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah posisi militer Israel.
Serangan tersebut disebut sebagai respons atas operasi militer Israel yang berulang di wilayah Lebanon serta pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, dalam operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Baca Juga: Israel Klaim Tewaskan Komandan Unit Hizbullah di Lebanon Selatan
Sebagai balasan, Israel meluncurkan operasi militer di Lebanon dengan melakukan serangan udara di beberapa wilayah, termasuk pinggiran selatan ibu kota Beirut serta daerah-daerah di bagian selatan dan timur negara tersebut.
Situasi kemudian meningkat pada 3 Maret 2026 ketika militer Israel memulai operasi darat terbatas di wilayah Lebanon selatan.
(Sumber: Antara)
Foto kondisi bangunan yang rusak akibat serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Senin (9/3/2026). ANTARA FOTO/ Xinhua/Bilal Jawich/tom. (Antara)