Ntvnews.id,
Dilansir dari Reuters, serangan itu terjadi setelah Hizbullah mengakui meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel sebagai balasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Israel mengatakan pihaknya menyerang lokasi yang terkait dengan Hizbullah, termasuk melakukan serangan udara di pinggiran selatan Beirut yang dikuasai kelompok tersebut.
Lebih dari selusin ledakan dilaporkan mengguncang ibu kota Lebanon, dan militer Israel menyebut telah menargetkan militan senior Hizbullah di dekat Beirut.
Militer Israel menegaskan Hizbullah “bertanggung jawab penuh atas setiap eskalasi” dan memperingatkan warga di puluhan desa di Lebanon selatan dan timur untuk mengungsi.
Tak lama setelah pukul 07.00 pagi waktu setempat, sirene serangan udara berbunyi di seluruh Israel, termasuk di Tel Aviv dan Yerusalem, sebagai peringatan atas gelombang serangan baru dari Iran.
Media pemerintah Iran melaporkan rudal diluncurkan dari wilayah tengah Iran menuju “lokasi musuh”.
Baca Juga: Konflik Iran–Israel Memanas, IHSG Senin Dibuka di Zona Merah
Operasi Militer Berlanjut
Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan operasi militer gabungan AS-Israel, yang disebut “Operasi Epic Fury”, akan terus berlanjut tanpa henti.
Presiden AS Donald Trump disebut akan berbicara dengan calon pemimpin baru Iran pada waktunya, namun untuk saat ini kampanye militer tetap berjalan.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan dewan kepemimpinan sementara yang terdiri dari dirinya, kepala kehakiman, dan seorang anggota Dewan Penjaga telah mengambil alih tugas Pemimpin Tertinggi untuk sementara.
Sementara itu, mantan pejabat senior Iran Ali Larijani menyatakan negaranya tidak akan bernegosiasi dengan Trump dan menuding presiden AS memiliki “ambisi yang delusi”.
Baca Juga: Perang Iran–Israel dan Urgensi Swasembada Nasional: Ketahanan Dalam Negeri Bukan Lagi Pilihan
Korban dan Dampak Regional
Amerika Serikat mengonfirmasi tiga personel militernya tewas di sebuah pangkalan di Kuwait, menjadi korban pertama AS dalam kampanye ini.
Trump menyebut mereka sebagai “patriot Amerika sejati” dan memperingatkan kemungkinan adanya korban tambahan.
Militer AS mengatakan telah menyerang lebih dari 1.000 target di Iran sejak dimulainya operasi besar pada Sabtu. Trump juga menyebut sejumlah kapal angkatan laut Iran dan fasilitas militer telah dihancurkan.
Di kawasan Teluk, Kuwait melaporkan pertahanan udaranya mencegat drone, sementara pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris Akrotiri di Siprus dilaporkan terkena serangan pesawat tak berawak dengan kerusakan terbatas.
Serangan balasan Iran, termasuk klaim Garda Revolusi yang menargetkan kapal tanker minyak di Teluk dan Selat Hormuz, memicu kekhawatiran lonjakan harga minyak serta gangguan besar pada penerbangan global.
Bandara-bandara utama di Timur Tengah, termasuk Dubai, mengalami gangguan operasional, sementara saham maskapai Asia dilaporkan anjlok.
Ketidakpastian Politik di Iran
Kematian Khamenei memunculkan kekosongan kekuasaan di Iran dan berpotensi memicu dinamika politik baru.
Namun para analis menilai struktur kekuasaan ulama dan pengaruh Korps Garda Revolusi Islam masih mengakar kuat.
Belum jelas bagaimana respons masyarakat Iran terhadap perkembangan ini, meskipun analisis media sosial menunjukkan mulai muncul diskusi tentang calon pengganti Khamenei.
Asap mengepul setelah serangan Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Senin 2 Maret 2026. (Reuters)