Ntvnews.id, Brussel - Uni Eropa menyatakan terus mencermati perkembangan situasi di Iran dan kawasan Timur Tengah serta menyerukan seluruh pihak agar menahan diri secara maksimal. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, dalam keterangan resmi atas nama blok tersebut pada Minggu, 1 Maret 2026.
Dalam pernyataannya, Uni Eropa mendesak semua pihak untuk mengedepankan pengendalian diri, memastikan perlindungan warga sipil, serta menghormati sepenuhnya hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa
Blok tersebut juga mengingatkan bahwa kawasan Timur Tengah berisiko menanggung dampak besar apabila konflik berkepanjangan terus berlanjut.
Uni Eropa menegaskan komitmennya untuk terus terlibat dalam jalur diplomasi guna meredakan ketegangan serta mencari solusi jangka panjang agar Iran tidak memperoleh senjata nuklir.
Baca Juga: Pemimpin Inggris, Prancis, dan Jerman Siap Ambil Langkah Defensif Hadapi Serangan Iran
Seorang pria memegang tas sekolah yang ditemukan dari puing-puing di sebuah sekolah dasar anak perempuan yang diserang di Minab, provinsi selatan Iran Hormozgan, 28 Februari 2026. ANTARA/Xinhua/HO-Mehr News Agency (Antara)
Baca Juga: Perang Iran–Israel dan Urgensi Swasembada Nasional: Ketahanan Dalam Negeri Bukan Lagi Pilihan
Dalam konteks itu, UE menekankan pentingnya kerja sama penuh Iran dengan Badan Energi Atom Internasional serta kepatuhan terhadap kewajiban hukum berdasarkan Perjanjian Nonproliferasi Nuklir dan Perjanjian Pengamanan Komprehensif.
Selain itu, pernyataan tersebut memperingatkan agar situasi yang terjadi di Iran tidak berkembang menjadi eskalasi yang lebih luas yang dapat mengancam stabilitas Timur Tengah, Eropa, maupun kawasan lain, dengan konsekuensi yang sulit diprediksi, termasuk dampak ekonomi global. Gangguan terhadap jalur perairan strategis seperti Selat Hormuz juga disebut harus dihindari.
Untuk merespons dinamika yang berkembang cepat, Kaja Kallas memimpin konferensi video darurat bersama para menteri luar negeri Uni Eropa pada Minggu, 1 Maret 2026, guna membahas situasi Iran dan kondisi terkini di kawasan Timur Tengah.
(Sumber: Antara)
Ledakan terdengar lagi di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati (Antara)