Menhub Imbau Maskapai Tingkatkan Kewaspadaan Imbas Konflik Iran dan Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Mar 2026, 12:17
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi. ANTARA/Harianto/am. Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi. ANTARA/Harianto/am. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi meminta maskapai yang melayani rute internasional menuju atau melintasi kawasan Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul memanasnya konflik antara Iran dan Israel yang turut melibatkan sekutunya, Amerika Serikat.

Ia mengungkapkan sejumlah operator penerbangan terdampak eskalasi konflik tersebut. Beberapa penerbangan internasional yang melintasi wilayah Timur Tengah dilaporkan dibatalkan, meski sebagian lainnya masih beroperasi normal.

"Untuk itu, kami imbau maskapai meningkatkan kewaspadaan dan penumpang secara aktif memantau perkembangan informasi," kata Menhub di Jakarta, Minggu, 1 Maret 2026.

Sejumlah maskapai asing diketahui telah menghentikan sementara penerbangan dari dan menuju kota-kota di Timur Tengah sejak situasi keamanan memburuk.

Baca Juga: Digempur Amerika Serikat dan Israel, Iran Bakal Mundur dari Piala Dunia 2026?

Maskapai yang membatalkan atau tidak mengoperasikan penerbangan di antaranya:

  • Etihad Airways
  • Qatar Airways
  • Emirates
  • Malaysia Airlines
  • Philippine Airlines
  • IndiGo
  • SriLankan Airlines
  • China Southern Airlines
  • Singapore Airlines
    , serta Scoot.

Sementara itu, Saudia masih memantau kondisi sejumlah kota tujuan di Timur Tengah. Oman Air tetap beroperasi normal, sedangkan Ethiopian Airlines masih menjalankan layanan penerbangan, namun menghentikan rute ke Amman, Yordania, dan Tel Aviv, Israel.

Untuk maskapai nasional, Dudy memastikan Garuda Indonesia dan Lion Air yang melintasi ruang udara Timur Tengah belum terdampak langsung. Penerbangan menuju Jeddah dilaporkan tetap berjalan, sementara rute Garuda Indonesia menuju Amsterdam dialihkan melalui Kairo, Mesir.

"Aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama," kata Dudy menegaskan.

Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, maskapai, pengelola bandara, serta otoritas asing guna memperbarui informasi keamanan wilayah udara Timur Tengah dan memastikan operasional penerbangan tetap aman.

Baca Juga: Kamala Harris Kecam Trump, Sebut Bawa AS ke Jurang Perang dan Sebarkan Kebohongan Nuklir Iran

Beberapa negara juga telah menutup ruang udara untuk seluruh penerbangan, baik komersial maupun pribadi. Negara-negara tersebut antara lain QatarUni Emirat ArabBahrainKuwaitIrak, dan Suriah.

"Kami telah berkoordinasi dan meminta maskapai memonitor kondisi ruang udara Timur Tengah, termasuk untuk perjalanan umroh,” katanya.

Menhub juga meminta maskapai dan pengelola bandara memberikan pelayanan sesuai prosedur kepada penumpang yang terdampak pembatalan atau penyesuaian jadwal, termasuk pengurusan pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi, penyediaan akomodasi, hingga penjadwalan ulang penerbangan.

Ia memastikan seluruh operasional penerbangan di bandara Indonesia, khususnya rute internasional, tetap berlangsung aman dan lancar baik untuk keberangkatan maupun kedatangan penumpang.

(Sumber: Antara) 

x|close