Sosok Ahmad Vahidi, Jenderal Iran Paling Disegani yang Naik Takhta Pimpin IRGC

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Mar 2026, 09:50
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Jenderal Ahmad Vahidi Pemimpin IRGC Jenderal Ahmad Vahidi Pemimpin IRGC (Iranintl)

Ntvnews.id, Jakarta - Penunjukan Ahmad Vahidi sebagai Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menandai babak baru dalam struktur pertahanan Iran. Keputusan tersebut diambil setelah Mohammed Pakpour tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

"Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi ditunjuk Komandan Tertinggi IRG,” lapor media semi-pemerintah Mehr News, dilansir Senin, 2 Maret 2026. 

Serangan yang dilancarkan AS dan Israel pada Sabtu itu menimbulkan guncangan besar bagi kepemimpinan Iran. Sejumlah pejabat senior dilaporkan tewas, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh dan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi sekaligus penasihat politik, Ali Shamkhani.

Dalam situasi genting ini, Vahidi dipilih untuk mengambil alih kendali penuh IRGC. Sebelum menduduki posisi puncak di IRGC, Vahidi telah menempati berbagai jabatan strategis, termasuk Menteri Pertahanan Iran.

Baca Juga: Adu Kekuatan Militer Iran vs Israel yang Kini Saling Serang, Siapa Lebih Unggul?

Namanya juga mencuat dalam berbagai situasi krisis nasional, termasuk ketika pemerintah menghadapi gelombang demonstrasi pada 2022 terkait kematian Mahsa Amini. Saat itu, tindakan keras aparat membuat Vahidi kembali menjadi sorotan publik internasional.

Jejak kontroversial lain yang melekat pada Vahidi adalah dugaan keterlibatannya dalam pengeboman komunitas Yahudi di Buenos Aires pada 18 Juli 1994. Serangan tersebut menewaskan 85 orang dan menjadi serangan paling mematikan terhadap target Yahudi di luar Israel sejak Holocaust.

Pada saat itu, Vahidi menjabat sebagai komandan unit khusus Pasukan Quds dari IRGC. Operasi pengeboman dilakukan menggunakan van berisi bahan peledak yang diarahkan ke pusat komunitas Yahudi Buenos Aires, termasuk gedung Asociación Mutual Israelita Argentina (AMIA).

Baca Juga: Klasemen Liga Inggris: Arsenal terus Memimpin, MU ke Posisi Tiga

Pihak berwenang Argentina menuduh Vahidi terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan tersebut. Media i24 News memberitakan bahwa jaksa Argentina bahkan mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Vahidi dan empat pejabat Iran lainnya, menuduh mereka mengawasi operasi bom bunuh diri tersebut.

Akibat tuduhan itu, sejak 2007 Interpol memasukkan nama Vahidi dalam daftar pencarian internasional.

Iran secara konsisten membantah keterlibatan Vahidi maupun pemerintahnya. Teheran menilai tuduhan tersebut tidak kredibel dan menolak mengekstradisi Vahidi atau pejabat-pejabat lainnya. Kasus ini telah memperburuk hubungan Iran–Argentina selama puluhan tahun dan terus menjadi salah satu sumber ketegangan diplomatik.

x|close