Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menghadapi berbagai bentuk perlawanan dari kelompok yang terlibat dalam praktik ekonomi ilegal yang dinilai menghambat upaya transformasi ekonomi nasional. Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.
Dalam amanatnya, Prabowo menyebut tantangan besar yang akan dihadapi pemerintah berasal dari pihak-pihak yang selama ini memperoleh keuntungan melalui praktik korupsi, penyelundupan, dan berbagai aktivitas ekonomi yang melanggar hukum. Menurutnya, tindakan semacam itu tidak hanya merugikan perekonomian, tetapi juga berpotensi melemahkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Kita akan menghadapi rintangan, tantangan, mungkin juga perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, penyelundupan, dan tindakan ekonomi ilegal. Mereka adalah pihak yang tidak memiliki rasa cinta terhadap tanah air," tegas Presiden Prabowo.
Kepala Negara menekankan bahwa Indonesia sebagai bangsa besar harus memiliki keberanian untuk mengambil keputusan yang sulit demi melindungi kepentingan rakyat. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh mengorbankan masa depan bangsa hanya demi keuntungan atau kenyamanan jangka pendek.
Baca Juga: Prabowo: Perekonomian Indonesia harus berdasarkan Pancasila
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi nasional, pemerintah saat ini tengah menjalankan transformasi ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Transformasi tersebut diarahkan untuk menghentikan kebocoran kekayaan negara dan memastikan manfaat sumber daya nasional dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Beberapa strategi yang tengah dijalankan pemerintah antara lain penerapan sistem ekspor sumber daya alam melalui satu pintu, peningkatan investasi pada sektor industrialisasi berbasis hilirisasi, penguatan pengelolaan devisa hasil ekspor, serta pemberdayaan ekonomi desa melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjalankan program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Prabowo meyakini bahwa penerapan prinsip-prinsip Pancasila dalam bidang ekonomi akan menjadi fondasi penting untuk menjaga persatuan nasional sekaligus mempercepat pemerataan kesejahteraan. Menurutnya, selama beberapa dekade terakhir pertumbuhan ekonomi memang terus berlangsung, namun nilai tambah dari kekayaan alam Indonesia masih belum sepenuhnya dinikmati oleh rakyat dan justru banyak mengalir ke luar negeri.
Upacara Hari Lahir Pancasila ke-81 tahun ini mengangkat tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-10 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin, serta Wakil Presiden ke-14 RI Gibran Rakabuming Raka.
Prabowo Pidato di Hari Pancasila (Tangkapan Layar)