Ntvnews.id, Pyongyang - Korea Utara (Korut) mengecam keras serangan terhadap Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pyongyang bahkan menyamakan tindakan Washington dengan perilaku gangster.
Dilansir dari Al-Jazeera, Senin, 2 Maret 2026, Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikelola pemerintah menyatakan bahwa serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran merupakan bentuk “agresi ilegal” serta pelanggaran terhadap kedaulatan nasional Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menilai keterlibatan AS sudah “sesuai dengan perkiraan” pihaknya. Ia menyebut hal tersebut sebagai konsekuensi yang tak terelakkan, mengingat karakter AS yang dinilai “hegemonik dan seperti gangster”.
"Perang agresi oleh AS dan Israel tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun," demikian pernyataan tersebut.
Baca Juga: Korps Garda Revolusi Islam Iran Umumkan Pergantian Pemimpin Usai Serangan AS dan Israel
Serangan militer AS ke Iran itu dinamai operasi “Epic Fury”. Dilansir NBC News, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut aksi tersebut sebagai operasi udara paling mematikan, paling kompleks, dan paling presisi dalam sejarah.
"Rezim Iran memiliki kesempatan, namun menolak untuk membuat kesepakatan - dan sekarang mereka menanggung konsekuensinya. Selama hampir lima puluh tahun, Iran telah menargetkan dan membunuh warga Amerika, selalu mencari senjata paling ampuh di dunia untuk memajukan tujuan radikal mereka. Tadi malam, tidak seperti presiden sebelumnya, Presiden Trump mulai menangani kanker ini," kata Hegseth dalam sebuah unggahan di X.
Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat tinggi lainnya. Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal dan drone ke berbagai pangkalan militer AS di kawasan Semenanjung Arab.
Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri Rapat Pleno ke-10 Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja Korea di Pyongyang, Korea Utara, dalam foto tak bertanggal yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat resmi Korea Utara, 2 Juli 2024. /ANTARA/KCN (Antara)