Ntvnews.id, Israel - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pernyataan tegas usai menggelar rapat bersama menteri pertahanan, kepala staf militer, dan pimpinan lembaga keamanan. Dalam unggahan terbarunya, Netanyahu menegaskan telah memberikan instruksi untuk melanjutkan kampanye militer yang sedang berlangsung.
“Kemarin kita menyingkirkan tiran Khamenei. Bersama dengan dia, kami menyingkirkan puluhan pejabat rezim yang represif,” ujarnya, merujuk pada operasi yang disebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Baca juga: Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Udara
Netanyahu menyatakan bahwa pasukan Israel kini berada “di jantung Iran” dengan kekuatan yang terus ditingkatkan dan akan semakin diperkuat dalam beberapa hari mendatang.
Ia menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari kampanye besar untuk mengamankan keberadaan dan masa depan Israel, dengan mengerahkan seluruh kekuatan Israel Defense Forces yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Meski demikian, Netanyahu mengakui hari-hari ini merupakan masa yang menyakitkan bagi Israel. Ia menyebut korban jiwa yang jatuh di Tel Aviv dan Beit Shemesh, serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan harapan kesembuhan bagi para korban luka atas nama seluruh warga Israel.
“Tetapi kami membawa ke kampanye ini juga bantuan Amerika Serikat, teman saya, Presiden Amerika Serikat dan Donald Trump, tentara Amerika Serikat. Kombinasi kekuatan ini memungkinkan kita untuk melakukan apa yang telah saya inginkan selama 40 tahun - untuk memukul rezim teroris di pinggul,” jelas Netanyahu.
Netanyahu (Instagram @b.netanyahu)