Mantan Wapres AS Kamala Harris Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Trump Ingkari Janji Kampanye

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Mar 2026, 20:19
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kamala Harris Kamala Harris (Istimewa)

Ntvnews.id, Washington D.C - Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Kamala Harris, melontarkan kritik keras terhadap serangan gabungan AS dan Israel ke Iran yang terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026.

“Izinkan saya memperjelas: Saya menentang perang penggulingan rezim di Iran, dan pasukan kita ditempatkan dalam bahaya demi perang pilihan Trump,” kata Harris dalam sebuah pernyataan di X.

Harris turut menyinggung perbedaan antara tindakan Donald Trump dengan janji-janji yang ia sampaikan saat kampanye Pemilihan Presiden AS 2024.

“Donald Trump berjanji untuk mengakhiri perang daripada memulainya. Itu bohong. Kemudian tahun lalu, dia mengatakan ‘kita telah menghancurkan’ program nuklir Iran. Itu juga bohong," kata dia.

Baca Juga: 4 Orang Terluka dalam Insiden Terminal Bandara Dubai

Sementara itu, situasi di lapangan menunjukkan eskalasi ketegangan militer di kawasan. Ledakan terlihat di laut setelah misil diluncurkan dari Iran menuju Israel sebagai bagian dari serangan balasan Teheran atas serangan gabungan Israel dan AS.

Di sisi lain, Bulan Sabit Merah Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan Israel dan AS mencapai 201 orang, dengan 747 orang lainnya mengalami luka-luka.

Dikutip dari AFP, organisasi tersebut menyatakan bahwa "24 (dari 31) provinsi Iran terkena dampak dan Bulan Sabit Merah dalam keadaan siaga."

x|close