Konflik Iran–Israel Memanas, IHSG Senin Dibuka di Zona Merah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Mar 2026, 10:34
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Layar menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 27 Oktober 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore, 27 Januari 2026, ditutup melemah 154,57 atau 1,87 persen ke Ilustrasi - Layar menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 27 Oktober 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore, 27 Januari 2026, ditutup melemah 154,57 atau 1,87 persen ke (Antara)


Ntvnews.id
, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi 2 Maret 2026 bergerak turun mengikuti pelemahan bursa kawasan Asia, dipicu meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

IHSG dibuka melemah 23,95 poin atau 0,29 persen ke posisi 8.211,31.

Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,99 poin atau 0,36 persen ke posisi 834,90.

“Kiwoom Research sarankan untuk kurangi posisi portofolio dan perbanyak sikap wait and see untuk sementara waktu,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya.

Baca juga: Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Melemah ke Level 8.210

Liza mengatakan pelaku pasar memasuki pekan ini dengan risiko geopolitik sebagai driver utama.

Ia menyebutkan energi dan logam mulia menjadi sektor defensif utama, sementara ekuitas global dan aset berisiko menghadapi volatilitas tinggi pada pembukaan pasar Senin ini, dan setidaknya sepekan ke depan.

"Fokus utama investor, yaitu durasi konflik dan tingkat eskalasi, stabilitas Selat Hormuz, dan arah harga minyak di atas 90-100 dolar AS per barrel," ujar Liza.

Di sisi lain, berkaca pada Perang Rusia dan Ukraina tahun 2022, Liza menyebut marketIndonesia yang commodity-driven sejatinya diuntungkan seiring kenaikan harga komoditas di tingkat global.

Dari kawasan Asia, Bursa negara-negara Asia melemah, bahkan Bursa Kuwait sempat menghentikan perdagangan, dan Uni Emirat Arab (UEA) menutup pasar sahamnya pada Senin dan Selasa menyusul serangan Iran.

Dari kawasan Eropa, Uni Eropa menyerukan “maximum restraint”, perlindungan warga sipil, penghormatan penuh terhadap hukum internasional, serta pencegahan eskalasi yang dapat mengganggu Selat Hormuz dan memicu dampak ekonomi global, meski di internal blok terdapat perbedaan pandangan dan pengaruh Eropa terhadap konflik dinilai terbatas.

Data ekonomi dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis data Inflasi periode Februari 2026 dan neraca perdagangan periode Januari 2026, yang diperkirakan surplus akan meningkat ke angka 2,76 miliar, serta terlihat adanya pertumbuhan impor dan ekspor.

Baca juga: IHSG Dibuka Menghijau ke 8.351, Rupiah Menguat Rp16.744 per Dolar AS

Bursa AS di Wall Street kompak melemah pada perdagangan Jumat (27/02), di antaranya indeks Dow Jones turun 1,05 persen ke level 48.977,92, indeks S&P 500 terkoreksi 0,43 persen ke 6.878,88, dan indeks Nasdaq melemah 0,92 persen ke 22.668,21.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 908,90 poin atau 1,54 persen ke 57.941,39, indeks Shanghai melemah 19,35 atau 0,47 persen ke 4.143,52, indeks Hang Seng melemah 698,67 poin atau 2,62 persen ke 25.931,85, indeks Kuala Lumpur melemah 15,02 poin atau 0,87 persen ke 1.701,59, dan indeks Strait Times melemah 101,54 poin atau 2,03 persen ke 4893,52. (Sumber:Antara)

x|close