Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia bersama Republik Islam Iran membahas peluang penguatan kerja sama di bidang ketenagakerjaan yang mencakup pelatihan vokasi, pengembangan sistem jaminan sosial ketenagakerjaan, serta perluasan akses kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan dunia kerja yang lebih inklusif sekaligus meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan tenaga kerja.
Menurut Yassierli, Indonesia menyambut positif peluang memperluas kerja sama dengan Iran melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik di bidang ketenagakerjaan yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara.
“Kami meyakini terdapat potensi yang besar bagi Indonesia dan Iran untuk memperluas kolaborasi melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik-praktik terbaik yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara,” katanya.
Baca Juga: Menlu Sugiono dan Delegasi RI Bertemu Menlu Iran, Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral
Pembahasan tersebut berlangsung saat pertemuan bilateral antara Yassierli dan Menteri Koperasi, Ketenagakerjaan, dan Kesejahteraan Sosial Republik Islam Iran Ahmad Meydari di sela-sela BRICS Labour and Employment Ministers' Meeting (LEMM) di Hyderabad, India.
Dalam pertemuan itu, kedua negara memberikan perhatian khusus pada upaya memperluas akses kerja bagi penyandang disabilitas. Indonesia dan Iran juga saling berbagi pandangan mengenai berbagai kebijakan yang mendukung peningkatan akses terhadap pelatihan, pengembangan keterampilan, serta terciptanya kesempatan kerja yang setara.
Selain membahas isu disabilitas, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama di bidang pelatihan vokasi melalui studi banding dan pertukaran pengetahuan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelatihan kerja sehingga menghasilkan tenaga kerja yang lebih terampil dan siap memasuki dunia kerja.
Penguatan sistem jaminan sosial ketenagakerjaan turut menjadi salah satu agenda pembahasan. Indonesia mendorong adanya pertukaran pengalaman dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan program yang dapat memperluas cakupan perlindungan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pekerja.
Baca Juga: Indonesia dan Singapura Perkuat Kerja Sama Pertahanan Lewat Pertemuan Menhan
Pada kesempatan itu, Yassierli juga menyatakan kesiapan Indonesia untuk berbagi pengalaman mengenai reformasi kebijakan ketenagakerjaan, pengembangan sumber daya manusia, pelatihan vokasi, hingga tata kelola pasar kerja.
“Kami berharap kementerian di kedua negara dapat menjajaki tindak lanjut yang konkret melalui pertukaran teknis, dialog antarpakar, serta program-program peningkatan kapasitas,” ujar Menaker Yassierli.
Ia berharap pertemuan bilateral tersebut menjadi awal yang baik bagi penguatan kemitraan Indonesia dan Iran melalui berbagai kerja sama konkret, khususnya di bidang pelatihan vokasi, jaminan sosial ketenagakerjaan, perluasan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas, serta pengembangan sumber daya manusia.
(Sumber: Antara)
Pertemuan bilateral Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dengan Menteri Koperasi, Ketenagakerjaan, dan Kesejahteraan Sosial Republik Islam Iran Ahmad Meydari, di sela-sela BRICS Labour and Employment Ministers' Meeting (LEMM), di Hyderabad, India, Rabu, 15 Juli 2026 (Antara)