Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu, 1 Maret 2026, menyatakan bahwa militer Amerika Serikat telah menenggelamkan sembilan kapal perang milik Iran serta menghancurkan sebagian besar pusat komando angkatan laut negara tersebut.
"Saya baru saja mendapat laporan bahwa kami telah menghancurkan dan menenggelamkan sembilan kapal Angkatan Laut Iran, beberapa di antaranya berukuran relatif besar dan penting. Dalam sebuah serangan yang berbeda, kami menghancurkan sebagian besar pusat komando angkatan laut mereka (Iran)," ujar Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, seperti dilaporkan Xinhua.
Ia menambahkan bahwa militer AS kini terus memburu sisa armada angkatan laut Iran yang masih bertahan.
Sebelumnya pada Minggu, 1 Maret 2026, Trump juga mengatakan kepada Fox News
Baca Juga: Digempur Amerika Serikat dan Israel, Iran Bakal Mundur dari Piala Dunia 2026?
Masyarakat Iran berkumpul untuk menyampaikan duka atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. (Xinhua) (Antara)
Baca Juga: Perang Israel-AS Vs Iran, Bank Indonesia Pastikan Rupiah Terjaga
Pada hari yang sama, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengungkapkan bahwa pasukan AS menyerang kapal korvet kelas Jamaran milik Iran pada fase awal kampanye militer bertajuk Operation Epic Fury yang diluncurkan pada Sabtu, 28 Februari 2026, pagi waktu setempat.
"Kapal itu saat ini sedang tenggelam ke dasar Teluk Oman di sebuah dermaga di Chah Bahar," kata pusat komando tersebut.
CENTCOM juga menyebut bahwa sejak operasi dimulai pada Sabtu, 28 Februari 2026, militer AS telah menggempur lebih dari 1.000 target di Iran, termasuk markas besar Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Pada Sabtu malam, 28 Februari 2026, pesawat pengebom siluman B-2 milik AS yang membawa bom seberat 2.000 pon menyerang fasilitas rudal balistik Iran yang memiliki sistem pertahanan kuat, menurut keterangan resmi CENTCOM.
Pihak CENTCOM juga membantah klaim Iran yang menyebut telah menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln menggunakan rudal balistik.
"Kapal induk Lincoln tidak terkena serangan. Rudal-rudal yang diluncurkan bahkan jatuh jauh dari kapal induk tersebut," ujar CENTCOM AS, seraya menambahkan tiga tentara AS gugur saat bertugas dan lima lainnya terluka parah dalam operasi militer terhadap Iran.
Serangan udara besar-besaran oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Aksi tersebut kemudian dibalas Teheran dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menyasar wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
(Sumber: Antara)
Asap tebal terlihat di Teheran, Iran, pada Minggu, 1 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Shadati) (Antara)