Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Transmigrasi membuka peluang kerjasama investasi di sektor energi dengan perusahaan global China Energy Engineering Corporation (CEEC). Investasi tersebut berpotensi menciptakan ribuan lapangan kerja bagi masyarakat lokal di kawasan transmigrasi, termasuk di kawasan Batam Rempang Galang (Barelang).
Peluang kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi antara Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dengan Vice President CEEC Southeast Asia Regional Headquarters Jin Bin di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Iftitah menegaskan bahwa setiap investasi yang masuk ke kawasan transmigrasi harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya melalui penciptaan lapangan kerja serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
China Energy Bidik Investasi di Kawasan Transmigrasi, Siap Rekrut 5.000 Tenaga Kerja Lokal (Kementrian Transmigrasi)
“Kami menyambut baik rencana investasi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Prinsip kami sederhana, investasi yang masuk harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Iftitah.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah menata kawasan Rempang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi. Kawasan tersebut direncanakan berkembang menjadi kota industri modern dengan luas sekitar 8.000 hektare.
Sebagai bagian dari pengembangan kawasan itu, pemerintah juga membangun berbagai infrastruktur pendukung seperti dermaga nelayan, fasilitas cold storage, hingga Kampus Patriot yang disiapkan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan tenaga kerja bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.
View this post on Instagram
“Kampus Patriot kami siapkan sebagai kampus jarak jauh dari perguruan tinggi mitra sekaligus pusat pelatihan tenaga kerja yang dapat mendukung kebutuhan industri yang masuk ke kawasan tersebut,” jelasnya.
Dalam audiensi tersebut, CEEC menyampaikan ketertarikannya untuk menjajaki peluang investasi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk kawasan transmigrasi. Perusahaan energi global yang masuk dalam jajaran 500 perusahaan terbesar dunia itu menyatakan komitmennya untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal pada setiap proyek yang dijalankan.
Baca Juga: Ledakan Kembali Guncang Dubai, Asap Terlihat di Pusat Kota
Jin Bin mengatakan Indonesia merupakan salah satu tujuan investasi strategis bagi perusahaan yang telah beroperasi di lebih dari 147 negara tersebut.
“Kami melihat Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi utama. Kami juga telah mengunjungi Pulau Rempang dan sedang mempelajari peluang investasi di kawasan tersebut,” ujar Jin Bin.
CEEC sendiri telah beroperasi di Indonesia sejak 1994 dan hingga kini telah melaksanakan lebih dari 100 proyek dengan nilai kontrak sekitar 7 miliar dolar AS, terutama di sektor pembangkit listrik dan infrastruktur energi. Proyek-proyek tersebut mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga uap, tenaga air, hingga tenaga surya.
Menurut Jin Bin, investasi yang direncanakan berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Dalam setiap proyek, perusahaan menargetkan dapat mempekerjakan hingga 5.000 pekerja dengan komposisi yang mengutamakan tenaga kerja lokal Indonesia.
“Perbandingan tenaga kerja yang kami rencanakan adalah satu tenaga kerja dari Tiongkok untuk sepuluh tenaga kerja lokal Indonesia. Kami ingin memastikan investasi yang kami lakukan juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain membuka peluang kerja, CEEC juga menyatakan kesiapan untuk mendukung peningkatan kapasitas tenaga kerja melalui program pelatihan yang dapat disinergikan dengan fasilitas pelatihan di kawasan transmigrasi.
Sementara itu, Menteri Iftitah menambahkan pemerintah saat ini terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BP Batam, guna memastikan proses investasi di kawasan Rempang dapat berjalan kondusif dan berkelanjutan.
Menurutnya, pendekatan investasi yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat sangat penting untuk mencegah potensi konflik sosial seperti yang pernah terjadi di kawasan tersebut beberapa tahun lalu.
“Jika investasi mampu menjadi solusi bagi masyarakat melalui lapangan kerja, maka dukungan masyarakat juga akan semakin kuat,” pungkas Iftitah.
China Energy Bidik Investasi di Kawasan Transmigrasi, Siap Rekrut 5.000 Tenaga Kerja Lokal (Kementreian Transmigrasi)