Purbaya Sebut Pemerintah Siapkan Anggaran Motor Listrik, Nilainya Masih Dibahas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Agu 2026, 09:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi keterangan pada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7/2026 Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi keterangan pada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7/2026 (antara)

Ntvnews.id, Jakarta -  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan dukungan anggaran untuk mendorong pengembangan industri motor listrik nasional. Namun, besaran anggaran tersebut masih akan ditentukan setelah melalui pembahasan bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran terkait.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya kepada wartawan sebelum menghadiri agenda Presidential Briefing Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.

Saat ditanya apakah isu kendaraan listrik akan menjadi salah satu materi pembahasan dalam pertemuan tersebut, Purbaya mengaku belum mengetahui secara pasti agenda yang akan dibahas.

"Ini ada pertemuan dengan Kadin," ujar Purbaya.

Ia juga tidak dapat memastikan apakah pengembangan kendaraan listrik masuk dalam daftar topik yang akan dibicarakan bersama Kadin.

"Enggak tahu saya," katanya singkat.

Purbaya juga mengaku belum memperoleh informasi mengenai pertemuan yang sebelumnya berlangsung antara Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie serta Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Arsjad Rasjid, yang disebut membahas pengembangan kendaraan listrik dan industri nasional.

"Saya enggak tahu," katanya.

Meski belum mengetahui secara rinci isi pembahasan tersebut, Purbaya memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk mendukung rencana Presiden Prabowo dalam membangun industri motor listrik nasional.

Saat dikonfirmasi mengenai kesiapan anggaran tersebut, ia menjawab singkat.

"Ada," ucapnya.

Baca Juga: Lepas E4 EV Tawarkan Mobil Listrik Premium Rp339 Juta, Sekali Cas Tempuh 600 Km Lebih

Namun, Purbaya belum bersedia mengungkapkan nilai anggaran yang disiapkan karena masih menunggu hasil pembahasan di tingkat pemerintah.

"Nah itu tergantung hasil rapat nanti. Saya enggak boleh bocorin, nanti salah lagi gue," tandas Purbaya.

Sementara itu, di kesempatan terpisah, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan pengusaha nasional Arsjad Rasjid untuk membahas sejumlah isu strategis terkait penguatan industri nasional dan percepatan transisi energi.

Informasi tersebut disampaikan melalui keterangan tertulis yang diunggah akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Jumat, 31 Juli 2026.

Dalam keterangannya, Teddy menyebut salah satu fokus pembahasan adalah pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, termasuk perkembangan industri motor listrik yang telah dirintis Arsjad Rasjid sejak 2022.

"Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, termasuk perkembangan industri motor listrik yang telah dirintis Arsjad sejak 2022," tulis Teddy.

Selain itu, pembahasan juga menyoroti besarnya potensi hilirisasi nikel sebagai bahan baku utama baterai kendaraan listrik. Pemerintah menilai sektor tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kendaraan listrik dunia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya kembali menggelar pertemuan dengan pelaku usaha nasional untuk membahas pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia <b>(Istimewa)</b> Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya kembali menggelar pertemuan dengan pelaku usaha nasional untuk membahas pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia (Istimewa)

"Pembahasan juga menyoroti besarnya potensi hilirisasi nikel sebagai bahan baku utama baterai kendaraan listrik yang dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kendaraan listrik global," demikian kutipan keterangan tersebut.

Lebih lanjut, pemerintah dan kalangan dunia usaha menilai kolaborasi menjadi faktor penting untuk mempercepat transisi menuju energi bersih. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong investasi di sektor-sektor strategis sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Selain itu, keduanya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha untuk mempercepat transisi menuju energi bersih, mendorong investasi pada sektor-sektor strategis, serta memperkuat daya saing industri nasional sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan," tulis Teddy.

HIGHLIGHT

x|close