Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menilai Indonesia perlu meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara bertahap hingga mencapai 8 persen agar mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).
Menurut Anindya, selama sekitar dua dekade terakhir perekonomian nasional mampu tumbuh stabil di kisaran 5 persen. Namun, laju tersebut dinilai belum cukup untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara maju.
"Ekonomi Indonesia sudah tumbuh selama 20 tahun 5%. Tapi kita ketahui bahwa untuk bisa naik kelas melewati middle income trap kita mesti bertahap menuju 8%," ujar Anindya saat menyampaikan laporan dalam agenda Presidential Briefing Kadin Indonesia bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.
Ia optimistis target pertumbuhan tersebut dapat diwujudkan apabila pemerintah dan dunia usaha memperkuat sinergi, khususnya dalam mendorong investasi, mempercepat industrialisasi, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
"Kami melihat apabila kita bekerja sama ini suatu hal yang mungkin sekali dilakukan," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Anindya juga mengapresiasi langkah pemerintah yang terus melakukan evaluasi dan penguatan terhadap berbagai program pembangunan. Menurutnya, kebijakan tersebut telah mendapat respons positif dari pasar maupun lembaga pemeringkat internasional.
"Kami juga mencatat bahwa upaya pemerintah untuk melakukan evaluasi dan penguatan program-program yang ada sangat positif dan diterima oleh pasar. Hal itu bisa dilihat dari hasil reaffirmation dari rating-rating yang kita lihat dari lembaga dunia," ujarnya.
Baca Juga: Kadin Apresiasi Program MBG dan Penguatan Ketahanan Pangan Pemerintah
Selain itu, Anindya menyoroti peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Menurutnya, lembaga tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pengelola investasi negara, tetapi juga berperan sebagai katalis yang mampu menarik lebih banyak investor dan mitra strategis untuk berinvestasi di Indonesia.
"Kami juga melihat bahwa upaya Danantara bukan saja untuk menjadi garda terdepan, tapi menjadi suatu lembaga yang crowding in atau membawa kesempatan kerja sama dengan bermacam pihak. Kadin tentu sangat siap untuk bersama-sama dengan Danantara," katanya.
Menutup paparannya, Anindya menegaskan komitmen Kadin untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Ia juga berharap Presiden Prabowo Subianto dapat membawa Indonesia melewati berbagai tantangan ekonomi global sekaligus mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
"Ke depannya kami berharap Kadin bisa bekerja sama dan bahu-membahu dengan pemerintah. Mudah-mudahan Bapak Presiden selalu sehat dan bisa memimpin kita bukan saja keluar daripada tantangan ini, tetapi juga bisa maju menuju ke 8%," tandas Anindya.
Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie (NTVnews)