Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) tengah mempersiapkan Tim Ekspedisi Patriot sebagai upaya mengembangkan industri berbasis potensi lokal di kawasan transmigrasi. Program tersebut diharapkan mampu melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui penguatan sektor industri dan hilirisasi.
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa konsep transmigrasi kini telah bergeser dari sekadar pemindahan penduduk menjadi pembangunan kawasan ekonomi yang produktif.
"Transformasi transmigrasi bukan lagi sekadar memindahkan orang. Yang kita bangun adalah pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui industrialisasi dan hilirisasi," kata Iftitah dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan saat ia memimpin diskusi bersama para guru besar dari 10 perguruan tinggi yang menjadi mitra Program Tim Ekspedisi Patriot pada Selasa, 30 Juni 2026.
Menurut Iftitah, kawasan transmigrasi harus diposisikan sebagai ekosistem ekonomi yang mengintegrasikan potensi sumber daya alam dengan riset, inovasi perguruan tinggi, dunia usaha, investasi, hingga akses pasar, bukan lagi hanya sebagai kawasan permukiman.
Baca Juga: Kementrans dorong lahirnya ribuan pusat ekonomi baru di seluruh Indonesia
Ia menjelaskan Tim Ekspedisi Patriot akan berfungsi sebagai penghubung antara masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha dalam menyusun pengembangan kawasan secara menyeluruh.
Tim tersebut akan bertugas mengidentifikasi komoditas unggulan, mendorong tumbuhnya industri pengolahan, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta membangun kemitraan dengan dunia usaha agar hasil produksi masyarakat dapat terserap pasar.
Program Transmigrasi Patriot, lanjut dia, akan diprioritaskan di sejumlah kawasan transmigrasi di Papua dengan melibatkan perguruan tinggi mitra.
Melalui program itu, Kementerian Transmigrasi menargetkan potensi lokal tidak hanya berhenti sebagai bahan baku, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.
Iftitah menambahkan, arah pengembangan kawasan transmigrasi juga ditujukan untuk menciptakan lapangan kerja baru, menarik investasi, serta membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi melalui industrialisasi yang memanfaatkan potensi daerah.
Baca Juga: Kementrans Dorong Sinergi Tim Ekspedisi Patriot dan Program Relawan Mengajar
"Ada gula, ada semut. Kita bangun dulu ekonominya. Ketika peluang kerja dan usaha tumbuh, masyarakat akan datang karena melihat masa depan yang lebih baik," ujar dia.
Ia juga mengatakan berbagai masukan dari kalangan akademisi akan digunakan sebagai dasar penyempurnaan indikator keberhasilan Tim Ekspedisi Patriot.
Keberhasilan program tersebut nantinya tidak hanya dinilai dari jumlah kajian maupun pemetaan yang dihasilkan, tetapi juga dari berkembangnya industri lokal, meningkatnya kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat, serta tumbuhnya kawasan transmigrasi menjadi pusat ekonomi baru.
Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Sjarief Widjaja, menilai keberhasilan industrialisasi di kawasan transmigrasi sangat bergantung pada kepastian pasar bagi produk masyarakat.
"Yang paling penting adalah offtaker. Produk masyarakat harus sejak awal dihubungkan dengan pasar sehingga industrialisasi benar-benar menghasilkan nilai tambah dan kesejahteraan," kata Sjarief.
Baca juga: Mesin Ekonomi Baru Dipanaskan, Purbaya Pede Indonesia Bisa Tumbuh 8 Persen
Sementara itu, Guru Besar Universitas Padjadjaran, Prof. Tommy Perdana, berpandangan bahwa Tim Ekspedisi Patriot harus mampu menjadi konsolidator yang menjembatani sistem produksi masyarakat dengan kebutuhan pasar.
Ia menilai industrialisasi kawasan hanya dapat berjalan optimal apabila rantai pasok dibangun secara menyeluruh, mulai dari penguatan petani, pengolahan hasil, pembiayaan, hingga akses menuju pasar modern dan ekspor.
"Patriot perlu menjadi konsolidator yang memahami sistem produksi sekaligus sistem pasar sehingga masyarakat mampu bertransformasi dari pola produksi tradisional menuju pertanian dan agroindustri yang berorientasi pasar," ujar Tommy.
(Sumber: Antara)
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara memimpin diskusi bersama para guru besar dari 10 perguruan tinggi mitra Program Tim Ekspedisi Patriot di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026 (Antara)