Kementrans dorong lahirnya ribuan pusat ekonomi baru di seluruh Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jun 2026, 16:51
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara. Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) terus mendorong lahirnya ribuan pusat pertumbuhan ekonomi baru sebagai fondasi pembangunan Indonesia pada masa depan. Upaya tersebut diwujudkan melalui program Transmigrasi Patriot yang membuka peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan kawasan transmigrasi.

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa pembangunan Indonesia ke depan tidak dapat hanya bertumpu pada pusat pemerintahan maupun pusat ekonomi yang telah berkembang. Menurutnya, masa depan bangsa harus dibangun melalui berbagai pusat pertumbuhan baru yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Indonesia masa depan tidak akan dibangun hanya dari Jakarta. Indonesia masa depan akan dibangun dari ribuan pusat pertumbuhan baru yang tersebar di seluruh Nusantara,” ujar M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.

Ia menjelaskan, program transmigrasi sejauh ini telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan wilayah. Hingga kini, kawasan transmigrasi telah berkembang menjadi 1.567 desa definitif, 466 ibu kota kecamatan, 116 ibu kota kabupaten, serta tiga ibu kota provinsi.

Baca Juga: Kementrans Siapkan Dukungan Terpadu untuk Pengembangan Ekonomi Kabupaten Katingan

Meski demikian, Iftitah menilai masih terdapat tantangan berupa ketimpangan kesempatan dalam mengembangkan potensi daerah, termasuk kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masing-masing wilayah.

“Ketimpangan terbesar yang kita hadapi hari ini bukanlah ketimpangan pendapatan. Ketimpangan terbesar bangsa ini adalah ketimpangan kesempatan,” kata Iftitah.

Melalui program Transmigrasi Patriot, Kementrans berkomitmen memperluas pemerataan talenta, pengetahuan, teknologi, dan akses terhadap kemajuan guna mengoptimalkan potensi daerah serta meningkatkan kualitas SDM lokal.

Program tersebut dirancang untuk menghadirkan talenta muda, peneliti, dosen, inovator, hingga agen perubahan ke berbagai kawasan yang tengah berkembang.

Mengutip pesan Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia Mohammad Hatta, Iftitah menekankan bahwa kebesaran Indonesia tidak ditentukan oleh satu pusat pembangunan semata, melainkan oleh kemajuan yang tumbuh di berbagai daerah.

Baca Juga: Mentrans: Program Transmigrasi Patriot Diminati Lulusan Kampus Dunia

“Sesungguhnya lilin-lilin itu sudah ada di seluruh Indonesia. Tapi, kita semua menunggu korek api yang jumlahnya terbatas di Jakarta. Karena itu, tugas kita bukan membawa api dari Jakarta, tetapi membantu setiap daerah menyalakan apinya sendiri,” ujarnya.

Ia juga mengundang seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk berperan aktif dalam program Transmigrasi Patriot, salah satunya melalui keikutsertaan dalam Tim Ekspedisi Patriot (TEP). Menurutnya, ilmu pengetahuan yang lahir di lingkungan kampus harus mampu diterapkan secara nyata demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, Iftitah mengatakan paradigma transmigrasi saat ini perlu bergeser, bukan lagi sekadar memindahkan penduduk, melainkan menjadi sarana perpindahan pengetahuan, teknologi, dan talenta.

Baca Juga: Kementrans Dorong Sinergi Tim Ekspedisi Patriot dan Program Relawan Mengajar

Ia menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi dengan Kementrans menjadi kunci dalam menghubungkan inovasi dan talenta yang dihasilkan kampus dengan kebutuhan masyarakat di kawasan transmigrasi. Kementrans, kata dia, siap menyediakan ruang bagi penerapan ilmu pengetahuan sekaligus memfasilitasi para talenta muda agar dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan ilmu pengetahuan. Kami ingin mendekatkan kampus dengan masyarakat. Kami ingin menjadikan kawasan transmigrasi sebagai laboratorium hidup pembangunan Indonesia,” imbuhnya.

(Sumber: Antara)

x|close