Iran Kerahkan Rudal Berat Sejjil ke Israel, Senjata Balistik Seberat 23 Ton

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mar 2026, 09:30
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Arsip foto: Pada 11 Februari 2023, di Teheran, peringatan empat puluh empat tahun revolusi Islam Iran, peluru kendali Sejjil dan Emad dipajang. Arsip foto: Pada 11 Februari 2023, di Teheran, peringatan empat puluh empat tahun revolusi Islam Iran, peluru kendali Sejjil dan Emad dipajang. ((Antara) )

Ntvnews.id, Jakarta - Korps Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) meluncurkan serangan rudal ke Israel pada Minggu (15/3/2026), termasuk menggunakan rudal balistik Sejjil. Peluncuran rudal strategis berbahan bakar padat ini menjadi yang pertama sejak perang pecah setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari.

Serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang ke-54 serangan rudal balasan Iran terhadap Israel dalam operasi militer yang disebut True Promise 4.

Dalam pernyataan yang dikutip dari Tasnim, IRGC menyatakan bahwa gelombang serangan terbaru tidak hanya melibatkan rudal Sejjil, tetapi juga mencakup peluncuran rudal super berat Khorramshahr.

Rudal tersebut dilaporkan membawa hulu ledak seberat dua ton dan diluncurkan bersama beberapa jenis rudal lain, termasuk Khaybar-shekan (Khaybar-buster), Qadr, dan Emad.

Baca Juga: Harga Emas Pegadaian 16 Maret 2026, Galeri24 dan UBS Kompak Stabil

Menurut laporan tersebut, rudal Sejjil diarahkan ke pusat-pusat manajemen dan pengambilan keputusan yang berpengaruh terhadap operasi udara Israel. Selain itu, IRGC juga menyebut serangan tersebut menargetkan infrastruktur utama Israel yang berkaitan dengan industri militer dan sistem pertahanannya.

Gelombang serangan ini juga disebut menyasar lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya pasukan militer Israel di jantung wilayah yang disebut sebagai wilayah pendudukan.

Mengenal Rudal Sejjil

Sejjil missile, yang juga dikenal dengan nama Ashura, merupakan rudal balistik yang menggunakan bahan bakar padat. Menurut laporan The Economic Times, penggunaan bahan bakar padat memberikan keunggulan taktis dibandingkan sistem berbahan bakar cair.

Teknologi ini memungkinkan rudal diluncurkan dengan waktu persiapan yang sangat singkat, sehingga mengurangi risiko terdeteksi atau dihancurkan oleh sistem pertahanan lawan sebelum sempat diluncurkan.

Rudal Sejjil dirancang sebagai rudal berat jarak jauh dengan struktur dua tahap dan menggunakan propelan padat. Dikembangkan di Iran, rudal ini diklasifikasikan sebagai rudal balistik jarak menengah (MRBM).

Baca Juga: Sosok Syekh Ahmad Al-Misry yang Terseret Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis

Dengan jangkauan sekitar 2.000 kilometer, Sejjil diperkirakan mampu menjangkau target di seluruh kawasan Timur Tengah, termasuk Israel, serta sebagian wilayah Eropa dan Asia. Data dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan bahwa rudal ini memiliki panjang sekitar 18 meter dengan diameter sekitar 1,25 meter.

Berat peluncurannya diperkirakan mencapai 23,6 ton dan dapat membawa muatan sekitar 700 kilogram. Sejjil pertama kali diuji coba pada 2008. Namun, tidak ada laporan uji coba baru yang dipublikasikan sejak 2012.

x|close