Iran Sebut 223 Perempuan dan 202 Anak Tewas dalam Serangan AS-Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mar 2026, 07:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bangunan runtuh setelah serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada 6 Maret 2026. ANTARA/Xinhua/Bilal Jawich. Bangunan runtuh setelah serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada 6 Maret 2026. ANTARA/Xinhua/Bilal Jawich. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Kementerian Kesehatan Iran merilis data terbaru terkait jumlah korban akibat rangkaian serangan gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari lalu. Dalam laporan tersebut disebutkan sedikitnya 223 perempuan dan 202 anak-anak meninggal dunia akibat serangan tersebut.

Dilansir dari Fars News, Senin, 16 Maret 2026, rincian korban jiwa juga mencakup tiga perempuan yang sedang hamil serta 12 anak berusia di bawah lima tahun. Selain korban meninggal, kementerian juga mencatat terdapat 41 anak-anak yang mengalami luka-luka.

Serangan udara yang terjadi tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga merusak berbagai fasilitas publik penting. Pemerintah Iran menyatakan bahwa sejumlah infrastruktur layanan kesehatan mengalami kerusakan cukup parah akibat serangan tersebut.

Dilaporkan oleh Al Jazeera, berdasarkan keterangan resmi pemerintah Iran, setidaknya 153 pusat layanan kesehatan di berbagai wilayah negara itu mengalami kerusakan akibat pengeboman.

Baca Juga: Trump: AS Belum Siap Capai Kesepakatan dengan Iran soal Konflik Timur Tengah

Kerusakan fasilitas kesehatan yang menjadi target serangan tersebut dinilai memperburuk situasi kemanusiaan di Iran, karena akses layanan medis bagi masyarakat sipil menjadi terganggu.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan mendadak ke Iran pada akhir Februari 2026.

Operasi militer tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 1.200 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai tanggapan atas serangan tersebut, Teheran segera melancarkan serangan balasan dengan menggunakan drone dan rudal yang diarahkan langsung ke wilayah Israel.

Selain itu, Iran juga melancarkan serangan ke sejumlah negara di kawasan, termasuk Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat.

x|close