Trump: AS Belum Siap Capai Kesepakatan dengan Iran soal Konflik Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Mar 2026, 21:30
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Anadolu Ajansi/pri. Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Anadolu Ajansi/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa dirinya belum siap membuat kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah yang semakin meluas.

Dalam wawancara telepon dengan NBC News pada Sabtu, 14 Maret 2026, Trump mengatakan syarat-syarat yang diajukan dalam potensi kesepakatan tersebut dinilai belum memadai.

"Iran ingin membuat kesepakatan, dan saya tidak ingin membuatnya karena syarat-syaratnya belum cukup baik," katanya.

Baca Juga: Indonesia Enggan Dukung Resolusi DK PBB yang Kurang Berimbang pada Iran

Ia juga menyebutkan bahwa salah satu komponen penting dari kesepakatan di masa depan kemungkinan adalah komitmen Iran untuk meninggalkan ambisi pengembangan senjata nuklir.

Trump mengaku terkejut atas serangan yang dilancarkan Iran terhadap sejumlah negara sekutu sebagai respons atas operasi militer gabungan AS dan Israel. Ia juga menyinggung serangan Amerika Serikat di Pulau Kharg yang menurutnya telah menghancurkan sebagian besar fasilitas militer di pulau tersebut.

Dia menambahkan bahwa "kita mungkin akan menyerangnya beberapa kali lagi hanya untuk bersenang-senang."

Secara terpisah, melalui unggahan di akun Truth Social miliknya, Trump mengatakan sejumlah negara kemungkinan akan ikut serta menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

"Banyak negara, terutama negara-negara yang terdampak oleh upaya Iran untuk menutup Selat Hormuz, akan mengirimkan kapal perang, bersama dengan Amerika Serikat, untuk menjaga agar Selat tetap terbuka dan aman," tulis Trump.

Baca Juga: Iran Klaim Serang Militer AS dan Israel di Timur Tengah

Ia menyebut beberapa negara yang berpotensi terlibat, antara lain China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris.

Dalam wawancara tersebut, Trump juga menyinggung situasi keamanan di Selat Hormuz, termasuk kemungkinan adanya ranjau laut yang dipasang Iran, meskipun ia menyatakan hal itu belum dapat dipastikan.

"Kita akan melakukan pengawasan ketat di selat ini, dan kami yakin negara-negara lain akan bergabung," katanya.

Trump juga tidak memastikan apakah Angkatan Laut Amerika Serikat akan mengawal kapal-kapal komersial yang melintas di selat tersebut, namun menyebut kemungkinan tersebut tetap terbuka.

(Sumber: Antara)

x|close