Trump Serukan Negara-negara Kirim Kapal Tempur ke Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Mar 2026, 08:46
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) Ilustrasi - Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu, 14 Maret 2026 meminta sejumlah negara, termasuk China, Prancis, dan negara lain, untuk mengirim kapal tempur ke Selat Hormuz guna memastikan jalur pelayaran internasional di kawasan tersebut tetap terbuka.

Melalui platform media sosial Truth Social, Trump menyampaikan harapannya agar negara-negara yang terdampak pembatasan pelayaran di wilayah tersebut ikut berkontribusi menjaga keamanan jalur laut strategis itu.

"Saya harap China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan lainnya yang terdampak pembatasan artifisial ini akan mengirimkan kapal mereka ke sana sehingga Selat Hormuz tak akan lagi menjadi ancaman bagi sebuah negara yang telah sepenuhnya dihancurkan," kata Trump melalui Truth Social.

Baca Juga: Donald Trump Tak Khawatir Isu Ancaman Drone Iran ke California

Trump juga menegaskan komitmen Amerika Serikat untuk melanjutkan operasi militer terhadap Iran.

Ia bahkan menyatakan akan terus melakukan serangan terhadap wilayah pesisir negara tersebut serta menargetkan armada laut Iran.

Trump mengatakan AS akan "terus menjatuhkan bom di pesisir Iran dan 'terus-menerus menembaki kapal-kapal dan perahu-perahu Iran'."

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan demi menjamin kebebasan dan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Sebelumnya, pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, termasuk di ibu kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga: Mojtaba Khamenei Perintahkan Blokade Selat Hormuz, Desak Negara Teluk Tutup Pangkalan Militer AS

Sebagai balasan, Iran kemudian melancarkan serangan ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS yang berada di berbagai kawasan Timur Tengah.

Ketegangan tersebut memicu blokade de facto di Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi distribusi minyak dan gas LPG dari negara-negara Teluk Persia menuju pasar global.

Gangguan pada jalur pelayaran itu juga berdampak terhadap ekspor serta produksi minyak di kawasan Teluk.

(Sumber: Antara)

x|close