Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia terus memperkuat jalur diplomasi dengan Iran guna memastikan keamanan kapal-kapal Indonesia yang melintasi jalur strategis Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Upaya diplomatik tersebut dilakukan melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang berkoordinasi langsung dengan otoritas Iran melalui perwakilan diplomatik Indonesia di Teheran.
Juru Bicara I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran terus menjalin komunikasi aktif dengan pihak berwenang di Iran. Menurutnya, pendekatan diplomatik yang intensif ini bertujuan untuk memastikan kapal Indonesia dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman di tengah situasi yang sedang memanas.
"Terkait diplomasi dengan Iran, kapal lewat Selat Hormuz, mungkin bisa dicek. Ya, kita dapat sampaikan Pemerintah Indonesia melalui KBRI Teheran juga terus melakukan komunikasi," ucapnya dalam jumpa pers di Kemenlu RI, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
Dalam situasi ini, perhatian utama pemerintah dan perusahaan pelayaran adalah keselamatan awak kapal yang berada di wilayah tersebut. Sejumlah kapal yang menjadi sorotan antara lain milik Pertamina International Shipping.
Selat Hormuz (Republic World)
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina juga telah menyinggung keberadaan dua kapal tanker yakni Pride dan Gamsu Nuro yang melintasi jalur tersebut. Perusahaan memastikan bahwa keselamatan kru menjadi prioritas utama dalam operasionalnya.
Pemerintah Indonesia pun memiliki fokus yang sama, khususnya dalam memastikan keamanan warga negara Indonesia yang bekerja sebagai awak kapal.
Duta Besar Indonesia di Teheran saat ini dilaporkan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Iran serta berbagai otoritas terkait guna memastikan kelancaran pelayaran kapal Indonesia.
Pendekatan diplomatik ini akan terus didorong secara intensif karena isu keamanan pelayaran di Selat Hormuz dinilai sangat krusial, baik bagi keselamatan awak kapal maupun kelancaran aktivitas perdagangan energi internasional.
"Dubes kita di Teheran terus komunikasi dengan Kemlu Iran dan otoritas terkait mengenai hal ini. Kita akan terus push pendekatan diplomatik yang intensif terkait isu spesifik ini, karena ini merupakan isu yang krusial untuk kita amankan," terangnya.
Yvonne Mewengkang (NTVNews.id/Adiansyah)