Israel Siapkan Pasukan Stabilitas Internasional di Gaza Mulai Mei, Libatkan Ribuan Personel Asing

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mar 2026, 07:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kota Gaza, Palestina. Kota Gaza, Palestina. (Dok.Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Israel dilaporkan tengah mempersiapkan pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF) ke Gaza Strip mulai Mei mendatang. Langkah ini disebut menjadi bagian dari tahapan lanjutan rencana yang diusulkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengakhiri konflik bersenjata di wilayah tersebut.

Dilansir dari Hurriyet Daily, Senin, 16 Maret 2026, menurut laporan media publik Israel, KAN, pasukan ISF yang akan dikerahkan pada Mei diperkirakan berjumlah sekitar 5.000 personel dari Indonesia. Selain itu, puluhan tentara dari Kazakhstan, Maroko, Albania, dan Kosovo juga disebut akan bergabung dalam misi tersebut.

Pasukan ISF tersebut dilaporkan dijadwalkan mulai menjalankan operasi di Gaza pada 1 Mei.

Media KAN menyebutkan bahwa penempatan awal pasukan internasional itu akan difokuskan di sekitar kota baru Palestina yang tengah dibangun di wilayah Rafah, Gaza selatan. Pembangunan kota tersebut disebut mendapat dukungan dari Uni Emirat Arab.

Setelah tahap awal itu, pengerahan pasukan internasional diperkirakan akan diperluas ke sejumlah wilayah lain di Jalur Gaza.

Baca Juga: Menhan Pastikan TNI Kirim Pasukan Bertahap untuk Misi Perdamaian ISF di Gaza

Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa delegasi militer dari negara-negara yang direncanakan ikut serta akan berkunjung ke Israel dalam dua pekan ke depan untuk melakukan peninjauan lapangan di Gaza sebelum proses pengerahan dimulai.

Selain itu, KAN melaporkan ratusan prajurit asing dijadwalkan berangkat ke Yordania pada bulan depan guna mengikuti pelatihan sebelum nantinya dikirim ke Gaza sebagai bagian dari pasukan internasional ISF.

Warga Palestina berjalan melewati puing-puing bangunan yang hancur setelah kembali ke Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, pada 12 Oktober 2025. Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada hari Jumat. ANTARA/Xinhua/Rizek Ab <b>(Antara)</b> Warga Palestina berjalan melewati puing-puing bangunan yang hancur setelah kembali ke Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, pada 12 Oktober 2025. Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada hari Jumat. ANTARA/Xinhua/Rizek Ab (Antara)

Pasukan tersebut nantinya akan ditempatkan di area dekat garis yang oleh media Israel disebut sebagai “yellow line,” yakni garis pembatas sementara di Gaza yang memisahkan wilayah yang sebelumnya berada di bawah kendali Israel dengan area tempat warga Palestina diperbolehkan tinggal setelah tercapainya gencatan senjata.

Sebelumnya, pada 9 Februari lalu, KAN juga melaporkan bahwa persiapan telah dimulai untuk kedatangan ribuan tentara dari Indonesia yang akan menjadi bagian dari pasukan ISF dalam kerangka rencana yang diusulkan oleh Trump untuk mengakhiri perang di Gaza.

x|close