Ntvnews.id, Taheran - Otoritas keamanan Iran menangkap sedikitnya 20 orang di wilayah barat laut negara tersebut karena diduga memiliki keterkaitan dengan Israel. Mereka dicurigai berperan sebagai mata-mata yang menyampaikan informasi sensitif kepada pihak yang dianggap sebagai musuh Iran.
Dilansir dari AFP, Senin, 16 Maret 2026, melaporkan bahwa penangkapan ini merupakan yang pertama terjadi setelah lebih dari dua pekan sejak konflik di kawasan Timur Tengah memanas.
Penindakan tersebut dilakukan melalui serangkaian operasi penggerebekan terhadap jaringan yang diduga memiliki hubungan dengan Israel di Provinsi Azerbaijan Barat.
Kantor berita Fars News Agency mengutip pernyataan jaksa provinsi, Hossein Majidi, yang menyebut bahwa operasi itu menargetkan individu-individu yang diduga bekerja sama dengan Israel.
"Dua puluh orang ditangkap dan ditahan, setelah mereka tertangkap basah membocorkan rincian lokasi militer, aparat penegak hukum, dan fasilitas keamanan kepada musuh Zionis," demikian laporan tersebut.
Baca Juga: Viral Warga Bahrain Rayakan Serang Drone Iran Kenai Gedung yang Disebut Persembunyian Mossad
Media lokal juga melaporkan bahwa dalam beberapa hari terakhir otoritas Iran melakukan penggerebekan berskala besar di sejumlah wilayah negara itu. Dalam operasi tersebut, ratusan orang turut diamankan karena dicurigai menjalin kerja sama dengan Israel dan Amerika Serikat.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari lalu ketika serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Insiden tersebut kemudian memicu serangkaian serangan balasan dari pihak Iran.
Pada Minggu, 15 Maret 2026 pagi, Iran kembali meluncurkan serangan rudal ke Israel. Radio Angkatan Darat Israel melaporkan bahwa sebagian besar rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara militer negara tersebut, meskipun beberapa proyektil dilaporkan jatuh di area terbuka.
Pecahan dari sistem pencegat rudal itu kemudian jatuh di kota Ramla yang berada di wilayah tengah Israel dan memicu kebakaran di lokasi tersebut.
badan intelijen luar negeri Israel, Mossad (Anadolu)