Ntvnews.id, Jakarta - Menuju 500 tahun Jakarta, Unit Pengelola (UP) Museum Kesejarahan Jakarta di bawah Dinas Kebudayaan DKI Jakarta kembali menggelar seri acara bertajuk "Bermain di Museum".
Melanjutkan kesuksesan program serupa pada tahun 2025, rangkaian acara kali ini secara khusus menggandeng 75 anak dari Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Putra Utama 1 Jakarta untuk merasakan sensasi belajar sejarah yang interaktif dan menyenangkan.
Seri "Bermain di Museum" tahun ini diselenggarakan secara estafet di tiga museum bersejarah dengan tema narasi yang berbeda, yakni 18 Juli 2026 di Museum MH Thamrin dengan tajuk "Rakyat Oranye". Tanggal 25 Juli 2026 di Museum Prasasti dengan tajuk "Sindikat Rahasia", dan tanggal 1 Agustus 2026 di Museum Joang 45 dengan tema "Merdekaa!!".
Kegiatan “Bermain di Museum” dirancang secara kreatif menggunakan media buku aktivitas khusus. Setiap anak bertindak sebagai penjelajah yang harus menyelesaikan berbagai misi, mulai dari memecahkan kode sandi, membaca pesan rahasia, menempel stiker, hingga berburu koleksi museum. Pendekatan ini diharapkan dapat menstimulasi rasa ingin tahu anak-anak agar lebih mudah memahami dan mengingat akar sejarah bangsa.
Dukungan dan Kolaborasi Lintas Sektor
Kepala UP Museum Kesejarahan Jakarta, Retno Ayati, dalam sambutannya mengajak generasi muda untuk mengubah cara pandang mereka terhadap museum.
"Kami ingin anak-anak memandang museum bukan sebagai tempat yang sunyi atau membosankan, melainkan sebagai ruang yang hidup, penuh cerita, dan menghadirkan pengalaman belajar yang seru. Sejarah akan terasa lebih dekat ketika dipelajari melalui permainan, eksplorasi, dan berbagai aktivitas yang mengajak anak untuk berpikir, berkreasi, dan bekerja sama," ujar Retno.
Apresiasi mendalam juga datang dari pihak Kepala PSAA Putra Utama 1 Jakarta, yang menyambut baik undangan kolaborasi ini.
"Kami berharap melalui kegiatan ini akan tumbuh rasa ingin tahu, kecintaan terhadap sejarah, serta kebanggaan terhadap Jakarta dan Indonesia. Semoga museum dapat menjadi ruang inspirasi yang selalu dirindukan oleh generasi muda. " ungkapnya.
Rangkaian acara ini terwujud berkat kolaborasi antara UP Museum Kesejarahan Jakarta dengan Museum Ceria, sebuah komunitas yang bergerak dengan misi besar menjadikan museum di Indonesia lebih ramah anak, inklusif, dan menyenangkan.
Menuju 500 tahun Jakarta, Unit Pengelola (UP) Museum Kesejarahan Jakarta di bawah Dinas Kebudayaan DKI Jakarta kembali menggelar seri acara bertajuk (Istimewa)
Founder Museum Ceria, Ajeng Arainikasih, menjelaskan proses di balik layar perancangan permainan ini.
"Tema Permainan di buku aktivitas di Museum M. H. Thamrin hari ini adalah Rakyat Oranye. Sambil bermain, anak-anak belajar sejarah tentang peran Pahlawan Nasional, M. H. Thamrin, termasuk sejarah dibalik pendirian klub sepak bola kebanggaan Jakarta, Persija. Tentunya kami melakukan riset terlebih dahulu, mengolah data sejarah serta detail koleksi yang ada di museum, kemudian membangun narasi cerita baru yang ramah anak dan mudah dipahami oleh mereka," jelas Ajeng.
Antusiasme tinggi terlihat jelas di wajah para peserta yang sibuk menjelajahi setiap sudut ruang pameran demi menuntaskan misi mereka. Gusti, salah satu anak peserta kegiatan di Museum MH Thamrin, tidak bisa menyembunyikan rasa gembiranya.
"Seru banget! Hari ini main games di museum, cari foto, cari benda, bisa main-main jadi gak bosen deh," cerita Gusti sambil tersenyum lebar.
Melalui rangkaian acara ini, UP Museum Kesejarahan Jakarta berkomitmen untuk terus memberikan edukasi sejarah yang kreatif dan menyenangkan di museum. Menuju 500 tahun Jakarta, diharapkan anak-anak akan dapat lebih mengerti sejarah Kota Jakarta.
Menuju 500 tahun Jakarta, Unit Pengelola (UP) Museum Kesejarahan Jakarta di bawah Dinas Kebudayaan DKI Jakarta kembali menggelar seri acara bertajuk (Istimewa)