Pria Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak di Hotel St. Regis Jaksel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Jul 2026, 08:40
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi mayat Ilustrasi mayat (freepik/ kjpargeter)

Ntvnews.id, Jakarta - Berita ini bukan untuk menginspirasi siapa pun guna melakukan aksi serupa. Untuk Anda yang mengalami depresi hingga ingin bunuh diri, segera konsultasi ke psikolog atau psikiater.

Seorang pria ditemukan tewas di Hotel St. Regis, Kuningan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu, 15 Juli 2026 malam. Korban diduga tewas akibat luka tembak. Sebab, ditemukan senjata api di sekitar lokasi.

Korban bernama Wendy Herianto (47), yang merupakan direktur keuangan sebuah perusahaan swasta.

Ia ditemukan meninggal dunia di balkon kamar 1104. Peristiwa ini pertama kali diketahui istri korban yang mendatangi hotel tersebut. Ia datang karena menerima pesan yang dianggap mencurigakan.

Kanit Reskrim Polsek Metro Setiabudi AKP Sudarto, mengungkapkan pihaknya masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

"Kasus ini masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Metro Setiabudi. Kami melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan pendalaman terhadap barang bukti yang ditemukan di lokasi," ujar Sudarto, Sabtu, 18 Juli 2026.

Adapun hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan senjata api jenis Baretta Tomcat kaliber 32 Auto di sekitar tubuh korban. Ditemukan pula satu selongsong amunisi kaliber 7,65 mm di lokasi kejadian.

Korban mengalami luka tembak pada bagian kepala dengan proyektil masih berada di dalam tubuh. Polisi menyebut diperlukan pemeriksaan medis lanjutan guna mengetahui posisi pasti proyektil.

Sebelum ditemukan tewas, korban sempat mengirim sejumlah pesan kepada keluarganya. Berdasarkan keterangan istri korban, Wendy sebelumnya meminta maaf terkait masalah pribadi dan mengungkapkan rasa bersalah kepada keluarga.

Sekira pukul 13.00 WIB, korban pulang ke rumah usai menghadiri kegiatan di kawasan Duta Merlin. Ketika tiba di rumah, korban meminta maaf kepada istrinya sambil memeluk dan mencium kaki istrinya. Korban juga menyampaikan permintaan maaf terkait persoalan pribadi.

Setelahnya, korban bersama istrinya sempat makan siang di sebuah rumah makan kawasan Jakarta Utara. Kemudian pada pukul 15.00 WIB, korban lalu meminta diantar ke Hotel St. Regis untuk bertemu seseorang.

Lalu pada pukul 15.30 WIB, korban mengirim pesan melalui grup WhatsApp keluarga yang berisi permintaan maaf kepada anak-anaknya.

"Maafin Daddy ya, belajar yang pinter dan buat bangga Daddy," pesan korban kepada anak-anaknya.

Wendy kemudian mengirim pesan pribadi kepada istrinya berupa kalimat "I Love You" dan mengirim foto dirinya mengenakan jas.

Istri korban lalu merasa khawatir setelah menerima pesan dari seseorang yang menyebut telah menyiapkan ruangan rumah duka. Dia kemudian berusaha menghubungi korban, namun tidak mendapatkan respons.

Sekitar pukul 19.29 WIB, istri korban mendatangi Hotel St. Regis dan bertemu dengan sopir korban di lobyy, lalu selanjutnya, mereka menuju kamar 1104.

Ketika pintu kamar dibuka, korban ditemukan dalam posisi tertidur miring di area balkon dengan kondisi kepala mengeluarkan darah. Di sekitar korban ditemukan benda yang diduga senjata api.

Sopir korban, Herry Susanto, mengatakan sebelum kejadian korban sempat menyampaikan curahan hati melalui pesan WhatsApp. Korban mengaku merasa bersalah kepada keluarga dan menitipkan anak-anak serta istrinya.

"Korban sempat curhat merasa bersalah terhadap keluarga dan menitipkan anak-anak serta istrinya," tandas Herry.

x|close