Ntvnews.id, New York - Sebanyak 115 penumpang dan awak kapal pesiar Caribbean Princess dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat infeksi norovirus yang menyebabkan muntah dan diare. Virus tersebut dikenal sangat mudah menular dan umum memicu wabah di lingkungan tertutup.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menyebut sebanyak 102 penumpang dan 13 kru kapal dinyatakan sakit serta langsung menjalani isolasi setelah terdeteksi terpapar norovirus.
Kapal Caribbean Princess diketahui membawa lebih dari 4.000 orang dalam pelayaran menuju Bahama. Kapal tersebut berangkat dari Port Everglades, Florida, pada 28 April lalu.
Dilansir dari South China Morning Post, Senin, 11 Mei 2026, kapal dijadwalkan menjalani pelayaran selama 11 hari dan tiba di Bahama pada Minggu sebelum melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir di Port Canaveral pada Senin, 11 Mei 2026.
Baca Juga: IDAI Minta Masyarakat Tak Panik soal Virus Hanta
Setelah kasus norovirus terdeteksi, operator kapal Princess Cruises segera melakukan proses pembersihan dan disinfeksi menyeluruh di seluruh area kapal. Selain itu, sampel tinja dari penumpang yang sakit juga dikumpulkan untuk keperluan pemeriksaan laboratorium.
Perusahaan turut berkonsultasi dengan Program Sanitasi Kapal CDC atau Vessel Sanitation Program (VSP) guna menangani penyebaran wabah tersebut.
VSP disebut telah memberikan respons lapangan "untuk penilaian lingkungan dan investigasi wabah guna membantu kapal mengendalikan wabah tersebut".
Insiden ini bukan pertama kali terjadi di Caribbean Princess. Pada 2020, lebih dari 300 penumpang dilaporkan jatuh sakit akibat norovirus sehingga pelayaran kapal harus dihentikan lebih awal. Saat itu, Caribbean Princess seharusnya menjalani pelayaran normal selama 14 hari.
Kapal berbendera Belanda MV Hondius berlayar di Samudra Atlantik dekat Pulau Saint Helena pada 24 April 2026. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus melaporkan bahwa tujuh kasus hantavirus, tiga di antaranya fat (Antara)