Bentrokan Pecah di Kapal Induk AS, 7 Personel Dilaporkan Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Agu 2026, 14:46
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Kapal induk milik Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln Kapal induk milik Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln (The Aviation Geek Club)

Ntvnews.id, Jakarta - Sedikitnya tujuh personel Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas dalam bentrokan hebat yang pecah di kapal induk USS Abraham Lincoln. Sejumlah personel lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Bentrokan terjadi ketika seorang penasihat untuk Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper naik ke USS Abraham Lincoln untuk merespons keluhan yang semakin banyak disampaikan awak kapal. Keluhan tersebut muncul di tengah protes keluarga para tentara AS mengenai lamanya masa penugasan kapal induk itu.

Laporan mengenai bentrokan tersebut disampaikan kantor berita Iran, Tasnim News Agency, yang mengutip sumber militer terpercaya, seperti dilansir Press TV, Rabu (12/6/2026).

Menurut laporan Tasnim, kedatangan penasihat tersebut justru mendapat respons keras dari para personel Angkatan Laut AS yang berkumpul. Saat berbicara di hadapan awak kapal, penasihat itu disambut cemoohan hingga lemparan botol air.

Situasi kemudian berubah menjadi konfrontasi fisik antarawak kapal. Perkelahian dilaporkan melibatkan penggunaan sejumlah pisau dan senjata tajam lainnya.

Akibat bentrokan tersebut, sumber yang dikutip Tasnim menyebut sedikitnya tujuh personel militer AS tewas dan beberapa personel lainnya terluka. Suasana di atas kapal induk tersebut dilaporkan masih tegang dan tidak menentu.

Baca Juga: Istana Benarkan SBY Absen Upacara HUT ke-81 RI

Belum ada tanggapan langsung dari militer AS maupun Gedung Putih terkait laporan media Iran tersebut.

USS Abraham Lincoln telah menjalani pengerahan selama 263 hari. Kapal induk tersebut kini beroperasi di Samudra Hindia dengan misi utama menegakkan blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Kapal induk AS itu juga telah berada di lautan selama 208 hari berturut-turut, menjadi masa pengerahan tanpa henti terlama bagi sebuah kapal induk AS di era modern. USS Abraham Lincoln hanya sempat singgah sebentar di Oman pada Juli lalu.

Laporan bentrokan mematikan tersebut muncul ketika kekhawatiran meningkat mengenai kondisi kehidupan dan kerja sekitar 5.000 pelaut dan Marinir AS yang berada di kapal induk tersebut.

Keluarga para tentara AS sebelumnya telah menyuarakan kekhawatiran mengenai kelelahan, kesehatan mental, serta dampak pengerahan berkepanjangan terhadap kemampuan awak dalam menjalankan tugas secara aman.

Dalam pertemuan di San Diego, AS, pekan lalu, sekitar 200 kerabat personel militer AS mengkonfrontasi Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao mengenai kondisi di dalam kapal induk tersebut dan belum adanya tanggal pasti untuk kepulangan awak kapal.

HIGHLIGHT

x|close