Iran: Kami Tak Minta Konsesi Apa Pun dari AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 21:40
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi bendera AS dan Iran. (ANTARA/Anadolu Agency/pri) Ilustrasi bendera AS dan Iran. (ANTARA/Anadolu Agency/pri) (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Iran merespons usulan terbaru dari Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik dengan menyampaikan tawaran yang disebut sebagai langkah “murah hati dan bertanggung jawab,” menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan pada Senin, 11 Mei 2026, bahwa Iran tidak menuntut konsesi dari Amerika Serikat, melainkan meminta penghentian perang serta praktik yang disebutnya sebagai pembajakan terhadap kapal-kapal Iran.

"Kami tak menuntut konsesi apa pun dari AS, melainkan menyerukan penghentian perang dan pembajakan terhadap kapal-kapal Iran," kata Baqaei dalam pernyataannya, seperti dikutip kantor berita resmi IRNA.

Terkait laporan mengenai keterlibatan Qatar dalam upaya mediasi dengan Amerika Serikat, Baqaei menjelaskan bahwa Iran tetap berkomunikasi dengan berbagai negara terkait meningkatnya ketegangan di kawasan.

Baca Juga: Iran Tolak Proposal Damai AS, Sebut Tuntutan Washington Berlebihan

Namun, ia menegaskan bahwa Pakistan tetap berperan sebagai mediator resmi dalam proses tersebut.

"Pakistan, sebagai mediator resmi antara Iran dan AS, terus menjalankan aktivitasnya dalam hal ini," ujarnya, seraya menambahkan bahwa sejumlah negara lain, termasuk Qatar, juga turut menyampaikan pandangan mereka dalam proses diplomasi yang sedang berlangsung.

Baqaei menegaskan bahwa proses diplomatik memiliki mekanisme tersendiri, dan setiap pihak harus bertindak sesuai kepentingan nasional masing-masing.

Ia juga menyampaikan bahwa Iran akan tetap “berjuang kapan pun diperlukan” sekaligus memanfaatkan peluang diplomatik jika dianggap menguntungkan.

Sebelumnya, pada Minggu, 10 Mei 2026, Iran telah menyampaikan tanggapan terhadap usulan terbaru Amerika Serikat kepada mediator Pakistan.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Sabtu, 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Baca Juga: Penolakan Trump atas Syarat Perdamaian, Iran: Tidak Penting

Iran kemudian membalas dengan serangan terhadap Israel serta sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk, sekaligus menutup Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada Selasa, 8 April 2026, melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan di Islamabad dilaporkan belum menghasilkan kesepakatan permanen.

Kesepakatan gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump tanpa batas waktu, seiring berlanjutnya upaya diplomatik untuk mencapai solusi jangka panjang.

(Sumber: Antara)

x|close