Puan Maharani Minta Pemerintah Transparan Soal Ancaman Hantavirus

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 20:44
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pidatonya dalam Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026). (ANTARA/YouTube/TVR Parlemen/Fath Putra Mulya) Tangkapan layar - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pidatonya dalam Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026). (ANTARA/YouTube/TVR Parlemen/Fath Putra Mulya) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memberikan kepastian informasi sekaligus perlindungan kepada masyarakat dalam menghadapi ancaman hantavirus agar tidak memicu kepanikan publik.

Dalam keterangannya di Jakarta pada Senin, 11 Mei 2026, Puan mengingatkan bahwa masyarakat saat ini masih sangat sensitif terhadap isu kesehatan setelah melewati pengalaman pandemi COVID-19.

Karena itu, kemunculan kasus hantavirus dinilai harus ditangani dengan pendekatan yang tenang, terbuka, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat.

"Tantangan terbesar dalam menghadapi munculnya ancaman penyakit yang belum umum perlu dilakukan dari berbagai aspek," ujar Puan.

Baca Juga: Satu Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius di AS Positif Hantavirus

Menurut dia, pemerintah perlu menjaga kepercayaan masyarakat melalui penyampaian informasi yang jelas, langkah antisipasi yang terukur, serta perlindungan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sebagai langkah pencegahan penyebaran hantavirus, Puan menilai pemerintah harus bergerak cepat memastikan masyarakat memahami situasi secara menyeluruh.

Hal itu mencakup pola penularan virus, kelompok yang paling rentan, langkah pencegahan, hingga tingkat risiko bagi masyarakat umum.

Ia juga menegaskan bahwa keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam perlindungan publik.

Sebab, menurut Puan, ketika masyarakat tidak memperoleh penjelasan yang memadai, maka ruang disinformasi dan ketakutan bisa berkembang lebih cepat dibandingkan upaya penanganan itu sendiri.

"Bukan hanya berbasis penjelasan teknis yang sulit diakses publik luas. Sosialisasi harus menyentuh langsung akar rumput," katanya.

Di sisi lain, Puan turut menyoroti pentingnya kesiapan layanan kesehatan di daerah dalam mendeteksi dan menangani penyakit dengan cepat.

Ia meminta pemerintah memperkuat sistem pengawasan guna mencegah potensi penularan virus lebih luas.

Baca Juga: Dinkes DKI: Hantavirus Bukan Penyakit Baru

Menurutnya, ancaman penyakit berbasis lingkungan kerap pertama kali muncul di wilayah dengan kapasitas layanan kesehatan dan pengawasan lingkungan yang belum merata.

Untuk itu, Puan mendorong pemerintah agar tidak hanya fokus menangani kasus yang telah muncul, tetapi juga memperkuat kesiapan daerah secara menyeluruh.

"Tetapi juga memperkuat kesiapan daerah, termasuk kesiapan fasilitas kesehatan dan tenaga medis, laboratorium dan sarana penunjang lainnya, serta mekanisme deteksi dini, pelaporan yang cepat," kata Puan.

(Sumber: Antara)

x|close