Ntvnews.id, New York City - Seorang warga negara Amerika Serikat yang merupakan penumpang kapal pesiar Belanda MV Hondius dipastikan positif terinfeksi hantavirus, sementara satu penumpang lainnya dilaporkan mengalami gejala ringan, menurut keterangan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS pada Minggu, 10 Mei 2026.
Departemen tersebut menyebut seluruh 17 warga negara AS yang berada di kapal pesiar itu sedang dipulangkan ke AS melalui proses evakuasi udara. Dua orang di antaranya ditempatkan di unit biokontainmen khusus di dalam pesawat sebagai langkah pencegahan tambahan.
Baca Juga: Dinkes DKI: Hantavirus Bukan Penyakit Baru
Para penumpang pertama-tama akan dibawa ke University of Nebraska Medical Center di Omaha yang menjadi lokasi Regional Emerging Special Pathogen Treatment Center (RESPTC).
Setelah menjalani pemeriksaan awal, penumpang yang hanya mengalami gejala ringan akan dipindahkan ke fasilitas RESPTC lain yang berada di wilayah tujuan akhir mereka.
"Setibanya di masing-masing fasilitas, setiap individu akan menjalani penilaian klinis serta mendapatkan perawatan dan dukungan yang sesuai berdasarkan kondisi mereka," kata departemen tersebut.
Berdasarkan data per Sabtu, 9 Mei 2026, terdapat delapan kasus suspek terkait wabah tersebut dan tiga kasus kematian yang dilaporkan.
Baca Juga: CDC Tetapkan Wabah Hantavirus di MV Hondius sebagai Respons Darurat Level 3
Centers for Disease Control and Prevention menyebut masa inkubasi hantavirus diperkirakan berlangsung antara satu hingga delapan pekan sejak paparan awal hingga munculnya gejala.
Virus ini umumnya ditularkan melalui hewan pengerat. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, hantavirus juga dapat menular antarmanusia dan memiliki tingkat kematian lebih dari sepertiga jumlah penderita yang terinfeksi.
(Sumber: Antara)
Perahu-perahu menuju kapal pesiar MV Hondius yang sejumlah penumpangnya terinfeksi hantavirus di Pelabuhan Granadilla di pulau Tenerife, Spanyol, Minggu (10/5/2026). ANTARA/Xinhua/Meng Dingbo/aa. (Antara)