Spanyol Evakuasi Penumpang MV Hondius usai Wabah Hantavirus Tewaskan 3 Orang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 20:52
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kapal pesiar MV Hondius, yang terkait dengan wabah hantavirus, perlahan memasuki perairan di lepas Pelabuhan Granadilla di Pulau Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol. ANTARA/Xinhua Kapal pesiar MV Hondius, yang terkait dengan wabah hantavirus, perlahan memasuki perairan di lepas Pelabuhan Granadilla di Pulau Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol. ANTARA/Xinhua (Antara)

Ntvnews.id, Tenerife - Otoritas Spanyol mengevakuasi para penumpang kapal pesiar MV Hondius di Kepulauan Canary setelah wabah hantavirus yang terjadi di atas kapal menyebabkan delapan kasus infeksi dan tiga kematian. Operasi evakuasi dilakukan secara ketat dengan pengawasan kesehatan internasional untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut.

Pada Minggu, 10 Mei 2026 sekitar pukul 05.30 waktu setempat, kapal MV Hondius memasuki perairan dekat Pelabuhan Granadilla di Pulau Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol. Kapal tersebut tidak langsung merapat ke dermaga, melainkan menjatuhkan jangkar sekitar 500 meter dari pantai. Area pelabuhan pun diubah menjadi zona operasi terbatas dengan penjagaan polisi, ambulans, serta petugas pelabuhan yang bersiaga penuh.

Sebelumnya, kapal ekspedisi kutub milik perusahaan Belanda Oceanwide Expeditions itu sempat berada di dekat Tanjung Verde, tempat tiga penumpang yang menunjukkan gejala dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, keterbatasan fasilitas kesehatan di wilayah tersebut membuat penanganan penuh sulit dilakukan sehingga memicu koordinasi internasional yang melibatkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Uni Eropa, dan pemerintah Spanyol. Kapal akhirnya dialihkan menuju Kepulauan Canary yang dinilai memiliki fasilitas medis dan logistik lebih memadai.

Baca Juga: Kemenkes Pastikan Belum Ada Penularan Hantavirus ke Manusia di Indonesia

Suasana tegang sempat terasa di sekitar pelabuhan Tenerife ketika warga menyaksikan langsung kedatangan kapal yang menjadi perhatian dunia internasional tersebut. Seorang warga setempat mengungkapkan kekhawatirannya terhadap situasi itu.

"Ini terlalu rumit bagi orang biasa seperti kami. Saya hanya bisa berharap ini bukanlah sesuatu yang serius," ujarnya.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus bahkan tiba langsung di Tenerife pada Jumat, 8 Mei 2026 guna mengoordinasikan proses evakuasi dan penanganan kesehatan masyarakat. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan menegaskan bahwa wabah tersebut “bukan pandemi COVID yang baru.”

Berdasarkan rencana yang disusun otoritas kesehatan Spanyol, lebih dari 100 orang di atas kapal menjalani pemeriksaan medis, isolasi, serta pemindahan bertahap yang dikoordinasikan WHO dan European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC). Seluruh proses dilakukan menggunakan jalur transportasi dan fasilitas karantina khusus agar tidak terjadi kontak dengan warga setempat.

Operasi evakuasi dimulai pada Minggu pagi waktu setempat setelah beberapa jam kapal berada dalam kondisi gelap dan tidak bergerak di perairan Tenerife. Para penumpang yang mengenakan pakaian pelindung dipindahkan menggunakan perahu kecil secara bertahap. Setiap orang hanya diperbolehkan membawa satu tas kecil, sementara barang bawaan lainnya tetap berada di atas kapal.

Baca Juga: BBKK Soetta Perketat Pengawasan Penumpang Internasional Antisipasi Hantavirus

Warga negara Spanyol menjadi kelompok pertama yang diturunkan dari kapal sebelum dibawa menggunakan bus menuju bandara untuk diterbangkan ke Madrid guna menjalani observasi karantina di fasilitas rumah sakit. Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia memastikan hingga kini tidak ada penumpang di atas kapal yang menunjukkan gejala aktif.

“Semua langkah keselamatan yang diperlukan” telah diterapkan oleh pihak berwenang, katanya.

Menurut WHO, hingga saat ini terdapat delapan kasus hantavirus yang terkonfirmasi di kapal MV Hondius, termasuk tiga kematian. Hingga Minggu malam waktu setempat, sebanyak 94 penumpang dari 19 kewarganegaraan telah berhasil dipulangkan melalui operasi repatriasi. Pemerintah Spanyol memperkirakan penerbangan evakuasi terakhir akan dilakukan pada Senin, 11 Mei 2026 sore waktu setempat.

(Sumber: Antara)

x|close