Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa vaksin measles, mumps, rubella (MMR) dapat menyebabkan autisme pada anak.
Unggahan tersebut beredar dengan narasi bahwa anak yang menerima vaksin MMR berisiko mengalami gangguan spektrum autisme, serta disertai potongan informasi dari unggahan Facebook lain yang berjudul “MMR safe & effective”.
“VAKSIN CAMPAK RUBELLA BIKIN ANAK AUTIS”
Baca Juga: Dokter Eka Hospital Ingatkan Kasus Campak Naik, Orang Dewasa Jangan Abaikan Vaksinasi
Namun, benarkah vaksin MMR menyebabkan autisme pada anak?
Unggahan yang menarasikan vaksin campak sebabkan autisme pada anak. Faktanya, klaim tersebut berasal dari studi lama pada 1998 yang kemudian terbukti keliru dan telah ditarik dari publikasi ilmiah. (Facebook) (Antara)
Berdasarkan hasil penelusuran, Senin, 11 Mei 2026, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah atau media kredibel yang menyebut vaksin measles, mumps, rubella (MMR) dapat menyebabkan autisme pada anak.
Klaim tersebut berasal dari sebuah studi lama pada tahun 1998 yang kemudian terbukti keliru dan telah ditarik dari publikasi ilmiah.
Dilansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin MMR berfungsi melindungi anak dari tiga penyakit menular, yaitu campak (measles), gondong (mumps), dan rubella atau campak Jerman.
Baca Juga: Wabah Campak di Bangladesh Tewaskan 294 Anak, Tembus 45 Ribu Kasus
Penyakit tersebut dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dicegah melalui imunisasi.
Selain itu, berbagai penelitian di Amerika Serikat dan Eropa, serta kajian dari lembaga kesehatan dunia seperti American Academy of Pediatrics (AAP), Institute of Medicine (IOM), Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dan World Health Organization (WHO), menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara vaksin MMR dan autisme.
Dengan demikian, klaim yang menyebut vaksin MMR menyebabkan autisme pada anak merupakan informasi tidak benar atau hoaks.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Seorang dokter menyiapkan vaksin campak untuk disuntikkan kepada balita di Puskesmas Ibrahim Adjie, Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/3/2026). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/sgd. (Antara)