Putin Beri Sinyal Perang Rusia-Ukraina Segera Berakhir

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 13:38
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Rusia Vladimir Putin Presiden Rusia Vladimir Putin (President of Rusia)

Ntvnews.id, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin  memberi isyarat bahwa konflik antara Rusia dan Ukraina kemungkinan akan segera mencapai akhir.

Selain itu, Putin juga menyatakan kesediaannya bertemu Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, di negara ketiga apabila tercapai kesepakatan damai antara kedua negara.

Dilansir dari AFP, Senin, 11 Mei 2026, Pernyataan tersebut disampaikan Putin saat perayaan parade Hari Kemenangan Rusia atau Victory Day pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Dalam pidatonya di parade tersebut, Putin memuji pasukan Rusia yang terlibat dalam perang di Ukraina. Ia menyebut operasi militer itu bertujuan menghadapi kekuatan agresif yang menurutnya didukung penuh oleh blok NATO.

"Kemenangan selalu dan akan menjadi milik kita," kata Putin.

Putin juga menuding kelompok elite global Barat sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pecahnya perang. Ia menyinggung janji NATO yang sebelumnya disebut tidak akan melakukan ekspansi ke arah timur, namun kemudian dinilai berupaya membawa Ukraina masuk ke dalam pengaruh Uni Eropa.

"Saya pikir masalah ini akan segera berakhir," lanjut Putin.

Baca Juga: Rusia Gempur Sejumlah Kota Ukraina Jelang Gencatan Senjata

Sebelumnya, Zelensky diketahui telah mengusulkan pertemuan langsung dengan Putin guna membahas negosiasi damai. Namun, ia menolak usulan pemimpin Rusia tersebut agar dirinya datang langsung ke Moskow.

Menanggapi usulan itu, Putin mengatakan pertemuan dengan Zelensky dapat digelar di negara lain, tetapi hanya setelah tercapai kesepakatan damai yang bersifat menyeluruh dan jangka panjang.

"Pertemuan di negara ketiga juga dimungkinkan, tetapi hanya setelah perjanjian perdamaian yang bertujuan untuk historis jangka panjang diselesaikan. Ini harus menjadi kesepakatan akhir, bukan negosiasi," ujar Putin.

Presiden AS Donald Trump (kiri) menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat 18 Agustus 2025. ANTARA/Xinhua/Hu Yousong/aa. <b>(Antara)</b> Presiden AS Donald Trump (kiri) menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat 18 Agustus 2025. ANTARA/Xinhua/Hu Yousong/aa. (Antara)

Sebelumnya, Rusia mengumumkan gencatan senjata sepihak pada akhir pekan lalu bertepatan dengan perayaan Victory Day. Kebijakan tersebut turut dikonfirmasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

"Gencatan senjata ini akan mencakup penghentian semua aktivitas kinetik, dan juga pertukaran tahanan sebanyak 1.000 orang dari masing-masing negara," tulis Trump pada Jumat, 8 Mei 2026.

"Pembicaraan terus berlanjut. Semoga ini adalah awal dari akhir perang yang sangat panjang, mematikan, dan sengit," imbuh Trump.

x|close