Ntvnews.id, Jakarta - Sekitar 6.000 dari total 10.000 Puskesmas di Indonesia diketahui belum memiliki dokter gigi. Kondisi tersebut mendorong Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyiapkan layanan kesehatan gigi keliling atau mobile dentist untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan berdasarkan data dari Menteri Kesehatan, keberadaan dokter gigi saat ini baru mencakup sekitar 40 persen Puskesmas di Indonesia.
“60 persen atau kurang lebih 6.000 Puskesmas kita itu tidak atau belum memiliki dokter gigi,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu, 15 Agustus.
Menurut Prasetyo, persoalan kesehatan gigi juga menjadi salah satu temuan yang cukup banyak muncul dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis. Hal tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap layanan kesehatan gigi masih cukup tinggi.
Di sisi lain, penambahan jumlah dokter tidak dapat dilakukan secara instan. Prasetyo menjelaskan, seseorang membutuhkan waktu sekitar enam hingga tujuh tahun untuk menyelesaikan pendidikan kedokteran hingga dapat menjalankan praktik.
Karena itu, pemerintah menyiapkan solusi sementara untuk memperluas akses layanan kesehatan gigi sembari proses penambahan tenaga medis terus dilakukan.
Baca Juga: Dasco Sampaikan Duka Gempa NTT, Koordinasikan Bantuan dan Evakuasi Korban
“Presiden juga sudah memerintahkan dan sedang dikerjakan oleh BUMN kita untuk membuat semacam mobile dentist, jadi mobil untuk perawatan atau kesehatan dokter keliling,” ujarnya.
Prasetyo menyebut pengembangan layanan mobile dentist masih berlangsung. Kendaraan tersebut nantinya akan dilengkapi perangkat yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kesehatan gigi secara langsung kepada masyarakat.
Ia menjelaskan peralatan yang digunakan dalam pelayanan kedokteran gigi memiliki kebutuhan khusus dan berbeda dengan perlengkapan untuk layanan kesehatan umum. Karena itu, pemerintah masih menyesuaikan berbagai perangkat yang diperlukan.
Selain menyiapkan layanan kesehatan gigi keliling, pemerintah juga mempercepat proses pendidikan dokter di sejumlah fakultas kedokteran. Langkah tersebut dilakukan antara lain dengan meningkatkan kuota penerimaan mahasiswa untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga medis di Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat memberi keterangan pers di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (10/8/2026). (Antara)