Ntvnews.id, Xi'an - Para ilmuwan China berhasil mengkloning enam kambing perah penghasil susu super tinggi di Provinsi Shaanxi. Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian pertama China dalam kloning massal kambing perah sekaligus dinilai sebagai terobosan penting dalam teknologi pembiakan ternak.
Proyek kloning tersebut dipimpin tim peneliti dari Universitas Sains dan Teknologi Pertanian dan Kehutanan Barat Laut China atau Northwest A&F University (NWAFU).
Kepala tim peneliti Wang Xiaolong mengatakan enam kambing hasil kloning terdiri atas empat kambing jantan dan dua kambing betina yang berasal dari kambing Saanen unggulan penghasil susu tinggi.
Kambing donor itu diketahui memiliki rata-rata produksi susu tahunan lebih dari 2.800 kilogram.
Selain menghasilkan susu dalam jumlah tinggi, kambing donor juga memiliki kandungan lemak dan protein susu yang lebih baik dibandingkan kambing biasa. Hewan tersebut juga dinilai memiliki kemampuan reproduksi stabil, daya adaptasi lingkungan yang kuat, serta ketahanan tinggi terhadap penyakit.
Baca Juga: Maling Kambing di Parungpanjang Bogor Tewas Dihakimi Warga
Dalam proses penelitian, tim ilmuwan menggunakan sistem pemuliaan molekuler modern yang menggabungkan seleksi genomik dan teknologi kloning sel somatik. Metode itu memungkinkan para peneliti mengisolasi sel somatik berkualitas tinggi serta mengoptimalkan seluruh tahapan mulai dari pembentukan lini sel, rekonstruksi embrio, transfer embrio, hingga pemantauan kehamilan.
Teknologi kloning tersebut dinilai mampu mempercepat pengembangan populasi kambing unggulan dibandingkan metode pembiakan tradisional yang biasanya membutuhkan waktu delapan hingga 10 tahun.
Baca Juga: Prabowo Singgung Elite yang Cari Kambing Hitam di Balik Bencana
Selain memperpendek siklus pembiakan, teknologi ini juga dianggap dapat mengatasi berbagai tantangan industri peternakan seperti lambatnya regenerasi kambing unggulan, panjangnya interval generasi, serta kesulitan mempertahankan sifat genetik unggul dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Provinsi Shaanxi sendiri menjadi pusat industri kambing perah di China dengan populasi mencapai sekitar 40 persen dari total kambing perah nasional dan memproduksi sekitar 80 persen produk susu kambing di negara tersebut.
Pengembangan teknologi peternakan modern juga sejalan dengan Rencana Lima Tahun ke-15 China periode 2026-2030 yang menargetkan pembangunan sistem pasokan pangan yang lebih beragam, termasuk peningkatan kualitas dan efisiensi sektor peternakan.
(Sumber: Antara)
Ilmuwan China sukses mengkloning massal kambing perah produktivitas super tinggi (Xinhua) (Antara)