Trump Ungkap Xi Jinping Bakal Terus Beli Minyak Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Mei 2026, 13:25
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berfoto di Kuil Langit, Beijing, Kamis (14/5/2026). ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China. Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berfoto di Kuil Langit, Beijing, Kamis (14/5/2026). ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China. (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa China berencana melanjutkan pembelian minyak dari Iran di tengah meningkatnya dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah.

“Namun pada saat yang sama, dia (Presiden China Xi Jinping) mengatakan bahwa mereka membeli banyak minyak dari sana, dan mereka ingin terus melakukannya,” kata Trump kepada Fox News, Kamis, 14 Mei 2026.

Trump juga menyampaikan bahwa Presiden China Xi Jinping berharap Selat Hormuz tetap terbuka untuk menjaga kelancaran distribusi energi global.

Sebelumnya pada hari yang sama, Gedung Putih menyebut Xi turut menyampaikan ketertarikan Beijing untuk meningkatkan pembelian minyak dari Amerika Serikat.

Baca Juga: Survei: Mayoritas Warga AS Tolak Kebijakan Ekonomi dan Tarif Donald Trump

Kunjungan kenegaraan Trump ke China berlangsung pada 13 hingga 15 Mei. Dalam pertemuan yang digelar Kamis, Xi juga menyinggung isu penjualan senjata Amerika Serikat kepada Taiwan.

Pada Jumat, kedua pemimpin negara dijadwalkan kembali bertemu dalam agenda jamuan makan siang kerja atau working lunch.

Sementara itu, situasi kawasan Timur Tengah masih memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Baca Juga: Xi Jinping dan Donald Trump Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka

Pada 7 April, Washington dan Teheran sepakat melakukan gencatan senjata selama dua pekan. Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan keputusan yang jelas sehingga Trump memperpanjang penghentian konflik guna memberi kesempatan kepada Iran mengajukan “proposal terpadu.”

Meningkatnya ketegangan akibat konflik AS-Israel dan Iran sempat mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis distribusi minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia menuju pasar dunia. Kondisi tersebut turut memicu kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.

(Sumber: Antara)

x|close